Trip to Derawan (part 2)

Day 2 (Sabtu, 12 November 2011)

Setelah sholat subuh saya menuju dermaga untuk menanti sunrise dan siap-siap untuk melihat penyu sarapan. Daun pisang untuk makanan si penyu udah disiapin Mas Maliq. Daun pisang itu diikat tali dan dikaitkan ke tiang kayu dermaga. Setelah penasaran nunggu, si penyu datang mendekat ke dermaga, mulai memakan daun pisangnya dan langsung ‘mendadak artis’ ditonton orang banyak. Puas liat penyu, kami balik ke homestay untuk persiapan kegiatan hari itu.  Selesai sarapan, acara berikutnya adalah full day snorkeling dan island hopping di Pulau Maratua,Pulau Kakaban dan Pulau Sangalaki.

menunggu pagi

view pagi dari dermaga nih..

kegiatan pagi: ngasih sarapan penyu 🙂

Tiba di pulau Maratua, kita disambut awan mendung. Boat yang kita sewa numpang merapat di Maratua Paradise Resort. Cuaca mendung gak menghalangi kami untuk foto2 dan bahkan ada beberapa orang yg nyemplung terjun ke laut. Setelah sempat diguyur hujan, kita mulai snorkeling sebentar di perairan pulau Maratua. Di pulau Maratua ini saya nggak snorkeling terlalu jauh sampai ke tengah laut karena kata temen2 arusnya lumayan kenceng. Tapi memang lautnya bersiiiih banget n beberapa kali sempet ketemu ikan di bawah dermaga. Diving spot paling banyak juga ada di pulau Maratua ini dibandingkan dengan pulau Kakaban dan Sangalaki. Ada lebih dari 20 diving spot di Maratua, antara lain coral garden, sponge reef, hanging garden, fantasy wall dan masih banyak lagi.

siap2 snorkeling & island hopping

Maratua Paradise Resort..tempatnya keren ya?

kata Amri : ini kayak di Maldives!!

numpang poto2 di resort-nya orang :p

yang di belakang itu peta dive spot di Maratua,Kakaban,Sangalaki

Rombongan lalu melanjutkan perjalanan menuju pulau Kakaban. Cuaca juga sudah berubah cerah. Mendekati pulau Kakaban, boat kami tidak bisa merapat sampai ke dermaga karena air laut yang sedang surut. Akhirnya kami harus berenang ke dermaga pulau Kakaban yang jaraknya mungkin sekitar 1 km lebih!!*lap keringat. Baru kali ini saya berenang sejauh itu. Tapi untunglah pemandangan di bawah laut sana Subhanallah begitu menakjubkan, jadi ya gak rugi juga berenang sejauh itu. Sayangnya saya gak punya kamera underwater untuk mengabadikan segala keindahan bawah laut itu. Meskipun udah pakai lifevest tapi tetep aja ya berat bener berenang jauh, blm lagi di titik-titik tertentu ada arus yang bikin segala kayuhan tangan dan kaki terasa sia-sia karena gak bisa maju-maju. Haduuuh, sempet pengen nyerah dan minta segera di’evakuasi’ deh, tapi yang lain udah pada jauh2 berenangnya 😦 Dan dengan segala daya upaya akhirnya saya berhasil juga mencapai dermaga pulau Kakaban. Saya termasuk yang agak belakangan sampai di dermaga Kakaban tuh. Pulau Kakaban ini adalah pulau kosong yang tidak berpenghuni, jadi tidak ada penginapan ataupun perkampungan penduduk. Ada beberapa diving spot di sini. Dan kalo kita diving di perairan pulau Kakaban ini, kita bisa ketemu dengan scholing fish barakuda.

Tempat tujuan utama kita di pulau Kakaban ini adalah danau Kakaban. Danau Kakaban ini merupakan danau purba yang dibatasi tebing-tebing di sekelilingnya, sehingga menyebabkan air laut “terperangkap”. Ditambah dengan air tanah dan air hujan, air di danau ini lama kelamaan menjadi payau. Karena “terperangkap” itu juga, spesies di danau ini yaitu ubur-ubur mengalami evolusi dan jadi kehilangan daya sengatnya karena tidak memiliki predator. Untuk menuju danau Kakaban, dari dermaga pulau Kakaban kami trekking sejauh kira2 300m dengan jalan yang naik turun (ya iyalah namanya juga lewat tebing karang). Tapi jangan khawatir, jalurnya nyaman kok, dibuat dari papan2 kayu dan di kiri kanannya dipenuhi pohon mangrove.

Nah, di jalan menuju danau ini kita baru lihat papan informasi yang antara lain menyebutkan kalau seharusnya kita ke danau dulu baru snorkeling ke laut. Karena ketika kita dari laut, dikhawatirkan ada semacam plankton yang menempel di pakaian yang justru bisa menjadi makanan untuk predator ubur-ubur. Jadi, snorkeling di danau sebaiknya dilakukan sebelum snorkeling di laut dan tidak menggunakan fin (kaki katak) karena tubuh ubur-ubur sangat sensitif dan mudah robek. Spesies di danau Kakaban ini ada 4 jenis ubur-ubur dan salah satunya berjalan dengan cara ‘terbalik’ (tentakel di atas, yang gunanya untuk memaksimalkan proses fotosintesis). Kami beruntung bisa merasakan sensasi snorkeling dikelilingi ubur-ubur tanpa sengat (stingless jellyfish) di danau Kakaban karena konon ini cuma 2 di dunia, satu lagi ada di Kepulauan Palau di dekat Filipina. O iya danau ini juga nggak berarus ya jadi aman lah kalo mau berenang sampe agak ke tengah.

Setelah puas snorkeling bersama ubur-ubur, kami melanjutkan perjalanan ke pulau Sangalaki dan berharap bisa snorkeling bertemu manta ray. Manta ray adalah sejenis ikan pari raksasa yang memang banyak ditemui di perairan pulau Sangalaki. Tapi karena sesuatu dan lain hal kami tidak bisa ‘bertemu’ si manta. Di pulau Sangalaki juga tidak terdapat penginapan. Yang ada hanya bangunan untuk pusat penangkaran penyu. Akhirnya kami menuju ke penangkaran penyu, melihat tukik (anak penyu) yang baru keluar dari cangkang telur dan siap dilepas ke laut.

tukik yang mau dilepas ke laut

Menjelang sore kami kembali ke homestay di pulau Derawan untuk beristirahat. Dan malamnya seperti biasa kami berkumpul di dermaga menikmati bulan bintang sambil ngobrol dan nge-games asoy dari mulai tebak lagu, tebak judul film dan games2 aneh lainnya (salam cr**tt). Sebetulnya, kalau beruntung, di malam hari kita bisa menyaksikan penyu bertelur loh. Penyu pada malam hari akan naik ke pantai untuk bertelur dan akan kembali ke laut menjelang pagi hari. Tapi kami tidak sempat dan tidak beruntung bisa menyaksikan penyu bertelur. Lagipula katanya kalau mau lihat penyu bertelur nggak boleh berisik..ya mana bisa anak2 OOTers yang super heboh itu disuruh diam hihi..Selain itu, kalau bawa senter khusus, kita juga bisa snorkeling karena katanya ikan2 itu akan mendekat dan berkumpul kalau ada cahaya.

Bersambung di sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s