Menjelajah Pulau Rempah-rempah di Festival Teluk Jailolo 2012

Indonesia itu indah kawan!! Pasti nggak ada yang nggak setuju dengan pernyataan saya barusan. Dan salah satu keindahannya berada di Teluk Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara. Mungkin banyak yang belum pernah mendengar nama Jailolo. Padahal, Jailolo merupakan salah satu dari 4 kesultanan besar di Maluku Utara. Dan seperti yang saya pelajari di bangku SD, pulau Maluku juga dikenal dengan komoditi rempah-rempahnya yang membuat orang2 Eropa di masa lalu berlomba-lomba berlayar ke sini.

Yak, kejayaan sebagai pulau penghasil rempah-rempah itulah yang diangkat sebagai tema Festival Teluk Jailolo 2012 ini yaitu The Amazing of Golden Spice Islands. Selain itu, seperti wilayah timur Indonesia lainnya, Teluk Jailolo memiliki pemandangan bawah laut yang mengagumkan. Meskipun saya belum pernah ke sana, tapi yakin deh kalau pemandangan bawah lautnya gak kalah dengan Bunaken dan Raja Ampat yang sudah lebih dulu dikenal orang. Lah coba aja liat di peta Indonesia, posisi pulau Halmahera itu ada di antara Sulawesi Utara dan Papua Barat. Dengan segala pesona itu, siapa juga yang gak pengen ke Jailolo?? Tapi gimana caranya? Perjalanan ke pulau-pulau di timur Indonesia itu terkenal mahalnya loh..Oke kalau begitu mari kita coba peruntungan dengan ikutan kuis dengan hadiah utama jalan-jalan gratis ke Jailolo..Yeayyy..:)

Kenapa saya harus ke Festival Teluk Jailolo 2012 ini?
Festival Teluk Jailolo bisa dibilang adalah pesta rakyat atau festival tepi laut terbesar dengan Cabaret of the Sea-nya. Melihat foto-fotonya dan menonton videonya membuat saya penasaran dan ingin menjadi bagian dari kemeriahan ini.

Saya menyukai keindahan alam baik berupa pantai ataupun gunung. Keindahan alam Jailolo pun terhampar dari gunung sampai ke dalam lautan. Belum lagi kekayaan flora dan fauna serta hasil bumi. Dan sepertinya orang yang tidak terbiasa snorkeling atau diving pun tetap dapat menikmati keindahan Jailolo dari pinggir dermaga karena lautnya yang sangat bersih.

Jailolo merupakan daerah yang lengkap potensi wisatanya. Selain pemandangan bawah laut, ada pula wisata sejarah dan seni budaya. Selalu menyenangkan buat saya bisa berbaur dengan masyarakat setempat atau menonton pertunjukan seni budaya dan pesta adat. Sebagai backpacker alias penikmat jalan-jalan murah seperti saya, menginap di rumah penduduk bukan merupakan hal yang sulit.

Saya selalu takjub dengan keindahan pulau-pulau di timur Indonesia, terutama pantai dan pemandangan bawah lautnya. Meskipun belum semua saya jelajahi. Dan list pulau-pulau yang pernah saya kunjungi akan bertambah jika saya bisa ke Jailolo, apalagi kalau gratis..:P

Imajinasi dan cerita saya akan hal-hal yang akan saya lakukan jika terpilih
Pemandangan laut yang jernih dengan langit biru cerah menyambut saya setibanya di pelabuhan Jailolo. Kemeriahan dan kesibukan mulai terasa menyambut pesta rakyat Festival Teluk Jailolo. Saya susuri pantai-pantai di seputaran Jailolo untuk memanjakan mata, bermain di tepi laut dengan anak-anak kecil setempat.

‘Bermain’ di laut gak afdol rasanya kalau belum snorkeling. Yak, setelah menanti sunrise di demaga, snorkeling seharian sampai kulit gosong menghitam harus masuk dalam agenda kegiatan saya di Jailolo. Mampir di pulau-pulau sekitar menggunakan kapal cepat ataupun perahu kayu pasti akan menjadi aktivitas yang menyenangkan.

Saya juga akan menyusuri desa-desa adat, mengamati kebiasaan, tradisi dan seni budaya setempat. Dan saya akan merasa beruntung sekali bila dapat sekalian menyaksikan upacara adat, musik dan tari-tarian. Tidak lupa juga mencicipi kuliner tradisional dari daerah yang terkenal dengan hasil laut dan rempah-rempahnya ini. Di sini saya bisa bersiap mengosongkan perut dan makan ikan sepuasnya.

Dan pastinya, landskap maupun momen-momen kegiatan selama di Jailolo akan saya abadikan dalam foto dan tulisan agar orang lain juga bisa ikut menikmati keindahan Jailolo.

Itinerary singkat perjalanan selama seminggu ke Halmahera Barat
Sepertinya tidak cukup waktu seminggu untuk menjelajah Halmahera Barat. Hal ini disebabkan tempat tujuan wisata yang beragam, lokasi-lokasi yang berjauhan dan sebagian besar mengandalkan transportasi laut ditambah kondisi cuaca yang susah diprediksi. Tapi, mari kita lihat apa saja yang bisa saya lakukan selama seminggu di sana.

Hari ke-1 (14 Mei 2012): berangkat dengan penerbangan dini hari. Setibanya di Bandara Sultan Babullah Ternate perjalanan dilanjutkan menuju Teluk Jailolo via Pelabuhan Dufa-Dufa Ternate. Sampai di Jailolo dan menyaksikan pembukaan Festival Teluk Jailolo 2012, Lomba Sapu Laut dan Lomba Seni dan Budaya

Hari ke-2 (15 Mei 2012): menanti sunrise di tepi pantai dilanjutkan dengan snorkeling, snorkeling, snorkeling all day long (pengennya diving tapi saya belum punya lisence-nya)

Hari ke-3 (16 Mei 2012): ke Sidangoli untuk trekking di hutan tropis Sidangoli melihat keunikan flora dan fauna terutama burung bidadari (Semioptera wallacii)

Hari ke-4 (17 Mei 2012): mengikuti upacara bersih laut Sigofi Ngolo, menyusuri pantai antara lain Pantai Disa, Pantai Bobo, Pantai Idamdehe, Pantai Tuada, Pantai Marimbati, Pulau Bua Bua, menyeberang ke Pulau Loloda untuk snorkeling, menikmati air terjun Kahatola dan melihat atraksi lumba-lumba di sepanjang perjalanan.

Hari ke-5 (18 Mei 2012): mengikuti Spice Trip dan Pesta Kuliner Tradisional, acara bakar ikan serta acara adat Horom Sasadu. Saatnya merasakan kuliner setempat dan makan ikan sepuasnya. Saya juga akan mengunjungi desa adat Sahu di Lembah Sahu untuk berbaur dengan penduduk lokal sambil mengamati seni budaya dan kearifan lokal. Tidak lupa juga mengunjungi rumah adat Sa’sadu dan jika memungkinkan akan bermalam di rumah adat. Kalau masih ada waktu, saya juga ingin berkunjung dan melihat jejak-jejak sejarah Kesultanan Jailolo.

Hari ke-6 (19 Mei 2012): menyaksikan parade rempah-rempah dan Cabaret of The Sea.

Hari ke-7 (20 Mei 2012): pagi terakhir di Jailolo dihabiskan dengan menikmati sunrise di pelabuhan Jailolo dan langsung menyeberang Ternate. Saya akan menjelajahi kota Ternate dan mengunjungi Istana Kesultanan Ternate, benteng Tolukko, Danau Tolire, menyaksikan pemandangan Pulau Hiri dan Maitara, ke pasar Gamalama, belanja oleh-oleh dan menikmati kuliner khas Maluku (papeda, roti kenari, roti cue, air guraka, pisang goreng dicocol dabu-dabu). Dan selanjutnya pulang ke Jakarta membawa cerita dan foto2 pastinya.

Berdo’a dengan khusyu…semoga saya beruntung dan sampai bertemu di Jailolo…:)

Advertisements

2 thoughts on “Menjelajah Pulau Rempah-rempah di Festival Teluk Jailolo 2012

  1. banyak hal menarik mengenai jailolo dan kerajaan yang hilang ini… terimakasih untuk kunjungannya dan saya berharap anda tak kan bosan untuk datang lagi di negeri rempah-rempah ini… salam kenal

    • thanks for stopping by..btw,postingan ini waktu itu utk kuis dengan hadiah trip ke jailolo, saya sendiri belum pernah kesana 🙂 semoga suatu saat nanti dapat kesempatan utk ke sana 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s