Unitlink oh Unitlink…

Dulu, di akhir taun 2008 ada temen yang nawarin unitlink. Asli waktu itu saya masih buta banget ini produk apaan. Taunya cuma itu produk asuransi sekaligus investasi. Keliatannya bagus ya, dapet proteksinya dari asuransi plus duit kita ‘berkembang’ karena ada porsi yang diinvestasikan. Niatnya waktu itu karena saya masih single daripada duit dipake kemana2 gak jelas ya udah itung2 ‘ditabung’ aja di produk itu. Ada sih ditunjukkan ilustrasinya, dijelaskan asuransinya meng-cover apa aja terus investasinya di produk apa (maksudnya lebih besar prosentase ke saham ato obligasi atau keduanya) tapi tetep aja belum begitu mudeng. Mau nanya2 juga gak ngerti apa yang mau ditanyain. Singkat kata, saya beli deh produk itu. Dulu juga belum tau klo itu istilahnya ‘unitlink’. Dan bisa dibilang itulah pertama kali saya bersentuhan sama produk asuransi dan investasi.

Begitu terima polisnya, dibaca2 bentar trus ditarok lemari gak dibuka2 lagi. Pembayaran premi perbulannya pun saya minta di-autodebet aja biar gak repot. Bener2 abis terima polis sengaja gak diliat2 lagi. Maksudnya sih seperti lirik lagu…’tang ting tung jangan dihitung tau2 kita nanti dapat untung…’#ngarep. Bulan demi bulan berlalu..tahun berganti..#halah. Tapi kok duit saya ‘berkembang’nya lambat amat yak. Diliat dari ilustrasinya saya juga tau sih kalo di tahun2 pertama (dari 10 tahun masa pembayaran premi) bakal banyak biaya macem2 termasuk untuk biaya asuransinya sehingga gak bisa mengharapkan duit kita ‘berkembang’ banyak. Keliatan sekali akan rugi gede di taun2 pertama.

Suatu hari saya secara gak sengaja terdampar di sebuah blog (maaf beribu maaf saya lupa blognya siapa) yang salah satu postingannya membahas perbedaan kalau kita beli asuransi dan investasi terpisah atau beli asuransi + investasi  (unitlink). Di situ ditampilkan ilustrasi kalo ternyata lebih efisien beli asuransi dan investasi secara terpisah karena cost-nya lebih murah tapi hasilnya (baik proteksi maupun investasinya) lebih maksimal. Lah berarti saya ‘salah’ beli produk dong? Baru deh pikiran mulai terbuka. Saya lalu mulai sering tanya2 mbah gugel soal finansial terutama perasuransian dan perinvestasian ini. Hadeeeeh knapa baru melek gini hari yak?

Oke, sebenernya persoalannya bukan cuma biaya macem2 itu yang gede ya, tapi apakah produk itu cocok untuk tujuan finansial saya? Seharusnya kan sebelum beli asuransi atau investasi harus dihitung dan disesuaikan dengan kebutuhan. Single tanpa tanggungan seperti saya sebenernya gak butuh asuransi jiwa (apalagi sampai umur 99 tahun) butuhnya pencerahan jiwa biar makin berbinar2 tapi pasti butuh asuransi kesehatan. Atau ngapain beli asuransi pendidikan anak kalo pas diperlukan buat bayar uang pangkal sekolah jumlah uangnya gak cukup dan kita musti nombokin cukup banyak. Mau investasi juga diliat dulu tujuannya buat apa, jumlah uang yang diperlukan dan butuhnya kapan.

Tapiiiii…menurut saya ya itu kembali ke pilihan masing-masing sih. Kalo mau sedikit repot beli asuransi dan investasi sendiri2 tapi hasil lebih maksimal ya silakan…atau gak mau repot beli yang all-in biarin aja cost-nya gede ya terserah…

Btw, unitlink ini bungkusannya macem2 yaa…dari mulai tabungan atau asuransi pendidikan lah, tabungan pensiun lah..Tipikal orang Indonesia banget yang gak-mau-rugi-bayar-premi-asuransi-tapi- angus makanya unitlink laku banget di sini. Terasa banget deh pentingnya melek financial (financial literate)

Terus gmana itu polis unitlink saya? Saya sih sama sekali nggak nyalahin si agen yang nawarin produknya ke saya. Lha saya-nya aja yang gegabah beli produk tapi gak paham ‘isi’nya apa. Si agen juga mungkin bukannya gak mau ngejelasin tapi kitanya aja yang nggak tau mau tanya2 apa. Ketidaktauan inilah yang akhirnya ‘dimanfaatkan’. Gak terasa sekarang udah masuk tahun ke-empat dan saldonya masih setengahnya lebih sedikit dari jumlah total uang yang sudah saya setorkan. Mau diteruskan atau ditutup masih galau. Lagipula udah jalan mau 4 tahun gini saya juga gak mau gegabah maen tutup aja. Dan saya yakin pasti banyak banget orang yang seperti saya, sudah punya polis unitlink dan galau mau ditutup atau nggak. Kalo kata sebagian besar perencana keuangan sih, unitlink itu kalo ditutup akan rugi diterusin juga nggak untung 😦 Jadi diterusin gak yaa??ato ditutup aja yaa??tik….tok…tik…tok…itung suara tokek…tokeeekk…tokeeekk…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s