Pembuatan/Perpanjangan Paspor secara Online

Alhamdulillah, Jumat kemarin paspor saya akhirnya jadi juga. Alhamdulillah prosesnya pun lancar jaya gak ada hambatan. Sempet jiper juga pas mau ngurus paspor sendiri tanpa biro jasa ataupun calo. Memang sih dari hasil googling banyak yang berhasil dan merasa dimudahkan sekali dengan prosedur pengajuan pembuatan/perpanjangan paspor secara online ini. Tapi ya tetep aja deg-degan takut prosesnya gak selancar yang dibayangkan #cemen

Berikut ini langkah-langkah yang kemarin saya lakukan untuk pembuatan paspor secara online di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur :

  1. Siapkan dokumen yang diperlukan. Scan KTP, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran/Ijasah/Surat Nikah, Paspor lama (untuk perpanjangan atau jika pernah punya paspor sebelumnya) dan Surat Keterangan dari kantor bagi pegawai (negeri atau swasta). Scan dengan format grayscale (hitam putih) dan ukuran file tidak lebih dari 1,8MB. Ukuran file gak usah gede2 biar cepet uploadnya yang penting hasil scan jelas dan bisa terbaca tulisannya.
  2. Buka website www.imigrasi.go.id dan klik pembuatan paspor online di halaman muka atau langsung aja ke sini. Klik pra permohonan paspor, isi data-data dengan benar kemudian upload hasil scan dokumen2 di langkah no.1. Pilih Kanim yang dituju dan tanggal akan datang ke Kanim. Ada yang bilang kalau web untuk pembuatan paspor online cuma bisa di hari dan jam kerja saja. Tapi kemarin saya daftar dan upload dokumen di hari Sabtu malam takbiran lancar-lancar aja tuh.
  3. Ikuti langkah-langkah yang tertera sampai mendapatkan bukti Pra Permohonan Pembuatan Paspor, semacam undangan dengan nomer registrasi yang menyatakan kita diminta datang ke Kanim xxx pada tanggal xxx. Save bukti tersebut dan print di kertas ukuran A4 dan jangan dipotong kertasnya.
  4. Pada tanggal yang tertera, saya datang ke Kanim Jaktim pagi jam 7.30 membawa asli + fotokopi di kertas ukuran A4 dari dokumen2 yang sudah diupload. Fotokopi dokumen HARUS di ukuran A4 dan yang ukurannya kecil jangan dipotong: KTP difotokopi bolak balik di 1 lembar A4, paspor lama halaman depan dan belakang difotokopi juga di 1 lembar A4.
  5. Di sana ada tempat fotokopian di sebelah loket pengambilan paspor di Lantai 1 atau di luar kantor juga ada kios fotokopi. Dan datang jam 07.30 itu sudah lumayan rame lho padahal sebagian orang harusnya masih libur lebaran. Lahan parkir di Kanim Jaktim juga terbatas jadi kalau datang siangan pasti gak kebagaian parkir.
  6. Di Kanim Jaktim saya ke loket di Lantai 1 membeli map kuning dan materai, total IDR 12K. Lalu langsung menuju Lantai 2 untuk mengisi formulir dan Surat Pernyataan yang ada di map. Isi formulir kurang lebih sama seperti yang kita isi saat mendaftar online tapi tetap aja disuruh mengisi lagi. Fotokopi dokumen dan Surat Keterangan dari kantor (asli) dimasukkan ke map dan diserahkan ke petugas. Dokumen asli (KTP,KK, Akte Kelahiran dsb) disimpan untuk ditunjukkan waktu foto dan wawancara.
  7. Setelah diserahkan, petugas memberi saya nomor antrian. Loket baru buka pukul 08.00 tapi pukul 07.30 sudah mulai diberikan nomor antrian. Khusus pendaftar online ada loket khusus (Loket 5). Begitu nomor antrian dipanggil, saya ke Loket 5 menyerahkan map kuning, petugas memeriksa data2 di dokumen lalu saya diberi slip tanda terima untuk datang lagi jam 13.00 (setelah istirahat) untuk foto dan wawancara. Proses di sini cuma 5 menitan dan pukul 08.30 sudah selesai.
  8. Setelah itu…tik tok tik tok mati gaya nunggu foto dan wawancara yang masih jam 13.00 itu :(. Lupa gak bawa buku bacaan dan gajet pun tak berfungsi karena sepertinya ada pengacak sinyal. Mau pergi ke mana gitu juga males karena gak bawa kendaraan.
  9. Jam 13.00 datang ke Loket 6 (sesuai tertera di slip) dan diberi lagi nomor antrian untuk ke Kasir (Loket 7). Begitu nomor dipanggil, saya menuju Kasir (Loket 7) untuk membayar biaya pembuatan paspor IDR 255K dan kembali diberi nomor antrian untuk foto dan wawancara.
  10. Begitu nomor dipanggil, saya masuk ke Loket 8 (Ruang foto, sidik jari dan wawancara). Di dalam ada 1 petugas yang mengambil foto dan sidik jari. Foto harus kelihatan telinga (untuk yang tidak berkerudung), boleh senyum tapi gak boleh keliatan gigi :D. Setelah itu saya menunggu sebentar, antri untuk wawancara.
  11. Gak lama kemudian nama saya dipanggil untuk wawancara. Ada 5 atau 6 meja untuk wawancara dengan sekat pembatas agak tinggi. Nah, waktu upload data kan saya pakai Akte Kelahiran bukan ijasah, ternyata saat wawancara ditanya soal ijasah. Ya udah saya jawab jujur aja kalau ijasah S1 saya sedang dipinjam kantor dan adanya ijasah SMU. Untung aja saya bawa asli ijasah SMU dan fotokopinya (dan salah liat ternyata yang dibawa ijasah SMP). Eh tapi boleh2 aja loh ternyata :). Fotokopi ijasah SMP saya akhirnya diminta sama petugas wawancaranya.
  12. Saya foto dan wawancara hari Jumat dan katanya paspor saya bisa diambil Kamis (4 hari kerja). Tapi karena takut belum jadi atau gimana, saya kasih spare waktu dan baru saya ambil Jumat (5 hari kerja)
  13. Pengambilan paspor dilakukan di Lantai 1 dengan membawa kuitansi pembayaran. Saya tiba jam 07.30. Loket baru buka jam 08.00. Kali ini tanpa ada nomor antrian. Kuitansi ditumpuk dan akan dipanggil dari tumpukan paling bawah. Pas saya taro kuitansi, sudah ada 4 atau 5 kuitansi yang ditumpuk. Tapi saya dipanggil ke-2 dong :P. Tanda tangan tanda terima, diminta cek data2 di paspor apakah sudah benar atau belum dan yihaaaa…paspor saya bisa dibawa pulang…siap menjelajah dunia…:D
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s