Museum Walk with KHI

Di #KTCF2014 ini ada 2 acara ekskursi yang bekerjasama dengan Komunitas Historia Indonesia (KHI), Kelana Kota Tua (KKT) dan Museum Walk. Sebenarnya saya pengen ikutan KKT sih, tapi kok ya asa nggak sanggup jam 6 pagi udah musti ngumpul di Pelabuhan Sunda Kelapa. Jadilah akhirnya saya ikutan Museum Walk. Sesuai namanya, Museum Walk ini adalah kegiatan eksplore beberapa museum di Kota Tua dengan berjalan kaki. Ya kebetulan juga tempat2 yang mau dikunjungi letaknya masih di sekeliling Taman Fatahillah.

Baru pertama kali ini sih saya ikutan di acaranya KHI. Selain liat-liat koleksi museumnya, guide dari KHI juga menjelaskan sejarah gedung2 museum tersebut. Kita dibagi menjadi beberapa grup. Saya bergabung di grup 1 bersama 20-an teman baru ๐Ÿ™‚ Tur dimulai dengan briefing di Taman Fatahillah untuk selanjutnya menuju ke Museum Sejarah Jakarta-Stasiun Kota-melewati Museum Mandiri dan Museum BI-Museum Wayang-Museum Seni Rupa dan Keramik.

Museum Sejarah Jakarta
Museum Sejarah Jakarta (MSJ) adalah nama resmi dari Museum Fatahillah. Iya kayaknya orang lebih mengenal sebagai Museum Fatahillah deh. Museum ini masih dalam proses renovasi. Tapi sudah dibuka untuk umum meskipun renovasinya belum 100% selesai. Saya terakhir ke sini waktu jaman kuliah. Dan setelah direnovasi keliatan jauh lebih oke.

Museum ini dulunya adalah kantor Balai Kota/Stadhuis dan dibangun di masa pemerintahan Gubernur Jenderal VOC JP Coen. Di sinilah pusat kegiatan VOC di abad 17 sampai 18. Selain sebagai pusat pemerintahan, juga digunakan sebagai kantor pengadilan, catatan sipil dan penjara. Konon dulunya di halaman depan gedung digunakan sebagai tempat eksekusi hukuman mati narapidana tahanan VOC.

Bangunannya terdiri dari 3 lantai termasuk lantai bawah tanah yang dulunya digunakan untuk penjara. Di bagian belakang terdapat taman. Di taman ini terdapat patung Hermes yang merupakan dewa keberuntungan dalam perdagangan. Koleksinya terdiri dari lukisan, prasasti, gerabah/keramik dan benda-benda lain yang berkaitan dengan sejarah Batavia.

Untuk masuk ke sini, di pintu depan kita diminta untuk mengganti sepatu dengan sandal yang sudah disediakan. Saya kurang tau juga ini dikarenakan bangunan yang sedang direnovasi atau memang supaya lantai yang masih asli ini nggak rusak karena terinjak2 sepatu kita. Yang jelas, guide dari KHI mengingatkan kami untuk berhati-hati memperlakukan benda-benda bersejarah. Benda-benda bersejarah yang asli (bukan replika) seharusnya nggak boleh kita sentuh. Tangan kita kan bisa berkeringat, lembab, mengandung karbon yang sebenarnya bisa merusak benda tersebut. Ya tapi sebaiknya sih dari pihak museum juga memasang tanda dilarang menyentuh atau mem-protect koleksi bersejarah biar gak bisa dengan gampang dipegang2 orang sih.

IMG_3850

IMG_3859

Taman di belakang Museum Fatahillah

IMG_3860

MSJ

Jendela plus engsel, slot kunci dkk-nya

Jam oprasional: Selasa-Minggu (09.00-15.00) Senin dan hari libur nasional tutup
Tiket: Dewasa IDR 5K, Mahasiswa IDR 3K, Anak-anak IDR 2K

Stasiun Kota
Kebetulan waktu kami ke sini, sedang berlangsung pameran fotografi sejarah kereta api Indonesia. Pamerannya sendiri masih satu rangkaian dengan #KTCF2014.

Stasiun Kota juga dikenal dengan Stasiun Beos. Dan ternyata Beos ini merupakan singkatan Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij atau terjemahan bahasa Indonesianya adalah Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur. Massa bangunannya berbentuk huruf T dan pada masa itu digunakan sebagai pusat transportasi kereta api yang menghubungkan Batavia dengan kota2 di sekitarnya.

Stasiun Kota ini cukup keren ya. Selain masih terawat dan masih difungsikan hingga kini, gera-gerai yang ada begitu nge-hits: ada Sevel, Starbucks, J.Co, ATM bank terkemuka. Seru kayaknya kongkow2 cantik menikmati suasana stasiun ala2 jaman Belanda. Oiya, kemarin sih waktu saya ke sana untuk lihat-lihat, tidak dikenakan biaya untuk bayar peron atau sejenisnya.

IMG_3871

Ada S*arb*cks dan S*v*n El*ven ๐Ÿ™‚

IMG_3872

Selepas dari Stasiun Beos, kami melewati Museum Mandiri dan Museum BI. Cuma lewat dan gak mampir. Tapi, sempat diceritakan sejarah Museum Mandiri yang dulunya merupakan gedung NHM. NHM ini adalah maskapai dagang setelah era VOC. Sebelum dijadikan museum, gedung ini merupakan kantor Bank Exim (salah satu bank yang di-merger menjadi Bank Mandiri pada 1998).

Sedangkan Museum BI sendiri dulunya merupakan bangunan rumah sakit, kemudian menjadi kantor Javasche Bank sebelum akhirnya dinasionalisasi menjadi Bank Indonesia.

Museum Wayang
Museum Wayang terletak masih di sekitar Taman Fatahillah. Kalau kita berjalan keliling taman pasti ketemu lah dengan museum ini.

Awalnya bangunan Museum Wayang merupakan sebuah gereja. Kemudian sempat hancur karena gempa bumi dan dibangunan kembali oleh perusahaan Geo Wehry & Co untuk digunakan sebagai gudang. Sebelum digunakan untuk Museum Wayang, gedung ini digunakan sebagai Museum Oud Batavia sebelum akhirnya dipindah ke lokasi sekarang yaitu Museum Sejarah Jakarta.

Koleksi museum ini terdiri dari berbagai wayang, boneka, topeng dari seluruh daerah di Indonesia dan luar negeri. Ragam jenis wayangnya cukup banyak: wayang kulit, golek, wayang dari janur bahkan boneka si Unyil dkk yang legendaries itu pun ada di sini. Beberapa koleksi di-display dengan cukup menarik, bahkan di lantai pun terdapat gambar mengenai pewayangan.

Di tengah bangunan museum terdapat taman. Berhubung dulunya adalah gereja Belanda, di halaman gereja dimakamkam beberapa pejabat Belanda. Nah, di taman inilah masih terdapat nisan dari makam2 orang Belanda tersebut.

IMG_3844

IMG_3879

IMG_3881

IMG_3880

Jam oprasional: Selasa-Minggu (09.00-15.00) Senin dan hari libur nasional tutup
Tiket: Dewasa IDR 5K, Mahasiswa IDR 3K, Anak-anak IDR 2K

Museum Seni Rupa dan Keramik
Sampailah di tujuan terakhir kita. Bangunan ini awalnya merupakan Kantor Dewan Kehakiman pemerintah Hindia-Belanda. Selanjutnya digunakan untuk asrama TNI kemudian digunakan untuk Kantor Walikota Jakarta Barat, lalu untuk Balai Seni Rupa Jakarta dan terakhir diresmikan sebagai Museum Seni Rupa dan Keramik.

Koleksi museum terdiri dari karya-karya seni rupa seniman Indonesia dari akhir 1800-an (masa Raden Saleh). Koleksi museum ditata di beberapa ruangan berdasarkan periodenya. Media untuk lukisan-nya juga bermacam-macam, dari kanvas biasa, kain, kaca dsb. Selain itu terdapat pula koleksi patung dan keramik dari berbagai tempat di Indonesia.

Dari luar bangunan museum ini keliatan seperti bangunan jaman Belanda dengan pilar-pilar besar di terasnya *yaiyalah. Tapi begitu masuk ke dalam museum, terasa atmosfer modern-nya. Kayaknya museum ini belum lama direnovasi. Interior ruangan dan cara men-display koleksinya menurut saya cukup ‘masa kini’. Ya sedikit lagi mungkin bisa menyamai Museum BI yang menurut saya masih menempati posisi museum termodern yang selama ini pernah saya datangi.

Di bagian tengah terdapat taman dengan vertical garden (!) dan beberapa bangku yang enak untuk jadi tempat istirahat sejenak kalau capek keling2 museum.

Note: Saya nggak sempat cek jam operasional dan berapa harga tiket masuk ke museum ini, tapi kemungkinan sih nggak beda jauh dengan museum2 lain di kawasan Kota Tua.

IMG_3899ย 

IMG_3901

IMG_3895

Overall saya cukup puas lah ikut Museum Walk bareng KHI ini. Dapet teman baru dan pengetahuan baru. Memang selama ekskursi ini yang lebih difokuskan adalah cerita soal sejarah bangunan museum-nya, bukan cerita soal koleksi museumnya. Ya kan KHI adalah komunitas pecinta sejarah. Kalau mau explore koleksi museumnya ya mungkin harus didampingi guide dari museum itu sendiri. Tapi kalau kita mau liat2 koleksi museumnya dan foto2,ย guideย dari KHI juga membolehkan kok. Setelah dijelaskan sejarah bangunannya, biasanya peserta diberi waktu untuk keliling liat koleksi museum, eksplore gedung dan foto2. Terus karena waktunya juga gak terlalu lama (ekskursi berlangsung dari jam 09.00-12.00, ada 4 gedung yang didatangi) jadi ya eksplore-nya gak bisa detail2 amat. Ya kalau mau agak santai dan detail lain kali bisa datang sendiri aja kali ya.

Selesai keliling museum2 di Kota Tua, rombongan berkumpul lagi di Taman Fatahillah untuk makan siang. Kaki pegal, hati senang, perut kenyang ๐Ÿ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s