‘Melantai’ di Bursa Efek Indonesia

Biasanya yang disebut ‘melantai’ dalam istilah pasar modal itu kalau sebuah perusahaan ingin go public atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tapi ‘melantai’ saya kali ini maksudnya adalah main2 dan berkunjung ke BEI. Sebenarnya acaranya sendiri berjudul Napak Tilas Sejarah Kapitalisme Indonesia yang diselenggarakan Komunitas Historia Indonesia (KHI) bekerjasama dengan BEI dan beberapa sponsor lainnya. Ini event kedua KHI yang saya ikuti setelah #KTCF 2014. Pesertanya banyak loh, ada 100 orang aja. Di sini, selain belajar sejarah sekalian ada edukasi mengenai pasar modal juga.

Acara dimulai dengan pemutaran film mengenai sejarah pasar modal Indonesia yang berlangsung di function hall BEI. Ternyata, cikal bakal pasar modal Indonesia sudah ada sejak zaman Hindia Belanda. Bahkan pasar modal Indonesia adalah pasar modal tertua ke-4 di Asia setelah Hongkong, Mumbai dan Tokyo.  Saham-saham yang diperjualbelikan masa itu adalah saham-saham perkebunan. Bursa efek ketika itu terdapat di Surabaya, Semarang dan Batavia. Aktivitas pasar modal Indonesia sempat terhenti karena berbagai peristiwa: Perang Dunia I, Perang Dunia II, masa transisi kekuasaan dsb. Lalu tahun 1976 dibentuklah Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) sebagai pengawas dan pengelola bursa efek, serta PT. Danareksa. Pasar modal Indonesia kembali aktif pada 10 Agustus 1977.  PT. Semen Cibinong tercatat sebagai emiten pertama di bursa efek dengan harga IPO 10.000 rupiah per lembar saham.

BEI yang sekarang ini merupakan penggabungan dari Bursa Efek Surabaya dan Bursa Efek Jakarta. Oiya, Bursa Efek inilah yang menggantikan tugas Bapepam dalam mengelola pasar modal di Indonesia. Mulai tahun 2000, perdagangan di bursa efek menggunakan sistem non-warkat (scripless trading). Dan sejak 2002 diterapkan sistem perdagangan jarak jauh (remote trading).

Setelah nonton film nya, acara berlanjut ke kunjungan singkat ke Galeri Sejarah Bursa Efek Indonesia. Tempat ini semacam museum kecil dengan teknologi hi-tech untuk yang mau tau tentang sejarah atau simulasi jual-beli saham. Ada beberapa layar sentuh yang bisa digunakan untuk yang mau tau seluk beluk pasar modal. Canggihnya, untuk menggunakannya, kita tinggal berdiri di atas lambang telapak kaki yang ada di lantai dan voilaaa..langsung terdengar suara berisi penjelasan singkat nya. Di panel yang berisi sejarah pasar modal juga begitu. Kalau kita berdiri di atas lambang telapak kaki, lampu panel langsung menyala sekaligus terdengar suaranya. Canggih pisan lah pokoknya. Selain itu ada juga fun corner untuk yang mau #uhuk foto2 narsis 🙂 dan juga buku pintar digital. Benda-benda yang berkaitan dengan sejarah pasar modal juga ada di sini, antara lain: contoh lembar saham, teropong dan diorama trading floor. Jaman dulu, saat belum ada scripless trading dan remote trading, aktivitas pasar modal diadakan di trading floor, kalau mau liat harga juga harus pakai teropong biar keliatan.

IMG_3989

Teropong dan HT untuk memantai harga saham dan berkomunikasi dengan broker

IMG_3990

Diorama yang menggambarkan suasana trading floor

IMG_3993

Panel berisi sejarah pasar modal Indonesia

Selama ini saya suka ketuker-tuker deh dengan istilah ‘bearish’ dan ‘bullish’. Nah, di galeri ini saya dapat tambahan ilmu lagi. Jadi kedua istilah itu berasal dari kata bear (beruang) dan bull (banteng). Konon beruang itu menyerang dengan ‘menanduk’ dari atas ke bawah. Sementara banteng menyerang dengan ‘menanduk’ dari bawah ke atas. Di galeri ini ada tuh patung warna emas beruang dan banteng dengan posisi seperti itu. Pantesan aja di depan galeri BEI ada patung banteng. Karena banteng merupakan perlambang dari kondisi pasar modal yang dalam tren naik (bullish). Di samping itu, di sini terdapat patung sapi dengan anak2 sapi plus ember (atau apa deh itu namanya) tempat susu sapi. Jadi, investasi atau trading di saham biar gampang dijelaskan sering dianalogikan seperti kita punya sapi. Untuk detailnya nanti di postingan terpisah ya.

IMG_4008

Artwork berbentuk banteng di pintu masuk

 

Sebelumnya, galeri berikut function hall BEI ini adalah trading floor tempat para broker melakukan perdagangan saham. Makanya ada istilah ‘melantai’ itu. Tapi karena sekarang sistemnya remote trading, jadi sudah nggak perlu lantai bursa lagi kan. Makanya akhirnya direnovasi menjadi tempat edukasi pasar modal. Function hall ini bener2 ambience-nya keren sekali deh. Area semacam trading floor terdapat di sini tapi bukan digunakan untuk trading melainkan untuk edukasi pasar modal. Ada layar besar menampilkan IHSG terkini, grafik naik turunnya IHSG, daftar top gainer dan top loser. Saham yang terdaftar di BEI juga ditampilkan dalam bentuk running text sepanjang dinding. Di sekeliling dinding juga ada ornamem seperti grafik saham yang naik turun dinamis. Ada juga quote-quote tentang pasar modal di salah satu sisi dinding. Ada panggung kecil tempat seremonial membuka dan menutup perdagangan saham (biasanya di awal tahun dan akhir tahun).

IMG_3983

Pas saya ke sini, IHSG ditutup dengan posisi ijo royo-royo

 

Preview

 Gambar diambil dari http://www.kemenkeu.go.id/node/29045

quote

Quote2 berkaitan dengan pasar modal

Sayangnya memang kunjungan ke sini hanya semacam tur singkat aja. Saya sih belum puas banget ngubek2 galeri sejarah-nya. Next time harus dateng lagi sendiri nih. IMHO, memang lebih enak dateng sendirian atau dalam grup kecil (di bawah 7 orang) aja deh. Bisa puas nyobain simulasi saham dan beberapa fitur canggih lain di galeri. Tapi memang kalau ada acara sama KHI (dan kali ini juga didukung BEI dan beberapa sponsor) itu enak ya…nambah ilmu, perut kenyang (dapet sarapan+coffee break+makan siang loh) plus dapet tentengan alias goodie bag 🙂

Galeri Sejarah BEI
Dibuka gratis untuk umum
Jam buka : Senin-Jumat pukul 09.00-16.00
Indonesia Stock Exchange (posisinya antara Tower 1 dan Tower 2)
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta Selatan 12190

Advertisements

2 thoughts on “‘Melantai’ di Bursa Efek Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s