Melihat Jejak Sejarah Bangsa di Museum Nasional

IMG_4193 copy

Di musim hujan seperti sekarang ini agak males ya ngelakuin kegiatan-kegiatan outdoor. Sehingga weekend saya lebih banyak dihabiskan di rumah. Setelah menamatkan beberapa drama serial Korea #tutupmuka, saya rada mati gaya juga nih. Salah satu tempat yang bisa didatengin pas musim cuaca gak tentu gini adalah….museum!! Hehe…kebetulan saya belum pernah lagi nih ke Museum Nasional sejak direnovasi 🙂 So, berangkuts kita…

Sampai di sana masih agak pagi, tapi udah banyak rombongan anak sekolah. Di halaman depan museum selain ada patung gajah hadiah dari raja Thailand, juga terdapat artwork karya Nyoman Nuarta. Artwork berbentuk pusaran ini adalah ikon baru Museum Nasional. Biar orang mulai terbiasa nyebutnya Museum Nasional dan bukan Museum Gajah 🙂 Dilihat sekilas sih bentuknya seperti pusaran aja. Tapi kalau diperhatikan lebih detail, ada beberapa sculpture orang di dalam pusaran itu. Bayar tiket masuk IDR 5k, terus mulailah menjelajah Museum Nasional ini.

IMG_4270 copy

IMG_4266 copy

Di gedung lama (Gedung A) ini terdapat beberapa ruangan. Ruangan pertama memajang koleksi arca dan prasasti baru. Saya gak ingat satu per satu arcanya, tapi yang paling familiar antara lain ya patung Ganesa, patung Buddha, patung dewa dengan 3 muka (lupa namanya), juga patung raksasa penjaga yang suka ada di pintu2 masuk itu loh. Koleksi arca di tempatkan di ruangan semi terbuka, di selasar gedung serta di taman tengah.

arca

Setelah itu ada ruangan tekstil yang memajang kain-kain tradisional dari seluruh Indonesia, ruangan keramik, ruangan perunggu, ruangan pra sejarah, ruangan rumah adat, ruangan etnografi. Ruangan etnografi ini dibagi beberapa wilayah: Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan , Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Papua. Koleksi di gedung lama ini pembagiannya berdasarkan jenis bahan/material serta daerah asal nya kali ya. CMIIW

Ruang Tekstil

Ruang Tekstil

Ruang Keramik

Ruang Keramik

Ruang Keramik

Ruang Keramik

Ruang Perunggu

Ruang Perunggu

Ruang Rumah Adat

Ruang Rumah Adat

Ruang Etnografi

Ruang Etnografi

Interior beberapa ruangan di gedung lama ini sepertinya baru direnovasi. Yang saya ingat di ruangan keramik dan ruangan perunggu. Di area tertentu lantainya menggunakan parket dan granit tile. Vitrin (lemari display koleksi) nya juga baru, model modern minimalis gitu lah.

Di gedung lama  menurut saya alur nya sedikit membingungkan. Saya lumayan lama bolak balik dari satu ruangan ke ruangan lainnya karena takut ada bagian yang terlewat. Di gedung lama ini kayaknya memang gak ada urut2an koleksi mana yang harus diliat duluan deh. Jadi kita bisa mulai dari mana saja. Tips: kalau sendiri atau dalam kelompok kecil, nebeng aja sama rombongan anak sekolah atau turis asing 😛 lumayan biar bisa dapat penjelasan dari guide-nya. Emang enaknya pakai guide sih, sayang kan cuma liat koleksinya tanpa tau ‘cerita’nya.

Di gedung lama ini juga ada taman arkeologi yang berisi arca-arca. Koleksi arca dan prasasti batu di museum cukup banyak ya, sampai sebagian harus ditaro di selasar dan taman arkeologi ini.

Taman Arkeologi

Taman Arkeologi

Dari gedung lama kita beralih ke gedung baru (Gedung B). Antara gedung lama dan baru terdapat ruangan penghubung yang kiri kanannya kaca. Cakep lah pokoknya.

Sampai di gedung baru saya rada takjub. Ada esklator dan lift nya dong. Aaaak, berasa masuk ke dalam mal gak sih? Jadi gedung baru ini terdiri dari 4 lantai. Koleksi di sini dikelompokkan berdasar ilmu sosial budaya kali ya CMIIW #sotoymaksimal hahaa..Tapi gedung baru ini kok berasa panas yak? Beda deh sama gedung lama yang AC-nya sejuk maksimal. Sepertinya sih di gedung baru ada AC tapi entahlah lagi gak dinyalain, gak dinyalain semua atau dinyalain semua tapi kapasitas nya gak sesuai sama besarnya ruangan.

Tuh kan? gak beda jauh sama mal kan?

Tuh kan? gak beda jauh sama mal kan?

Lantai 1 temanya Manusia & lingkungan. Isinya semacam panel-panel penjelasan asal nenek moyang bangsa Indonesia dari jaman purba serta cara hidup mereka. Ada juga peta yang menggambarkan terbentuknya kepulauan Indonesia dari awal jaman Pleosen (?) sampai menjadi kepulauan Indonesia yang kita kenal selama ini.

Lantai 2 merupakan ruang IPTEK. Koleksinya antara lain berupa alat-alat yang berhubungan dengan IPTEK #yaiyalah dari masa ke masa seperti kompas, replika alat transportasi: kapal, sepeda, pesawat, dsb.

Lantai 3 temanya organisasi sosial dan pola permukiman. Isi koleksinya antara lain beberapa rumah adat serta alat-alat pendukung mata pencarian seperti alat bertani, alat untuk melaut dst. Dari lantai 1 sampai ke lantai 3 saya agak gak telaten nyimak koleksinya satu per satu 🙂 Jadi maen liat bentar trus lewaaat hehee…Mungkin emang udah rada pusing saking banyaknya koleksi yang dipajang dan mau diliat terutama pas ke gedung lama 😛 Yang bikin saya penasaran tentu saja ruangan koleksi emas yang ada di lantai 4 🙂

Lantai 4 berisi koleksi keramik dan emas. Koleksi keramiknya sih gak sebanyak yang di gedung lama ya. Tapi koleksi emasnya cantik2 banget bikin pengen ngembat. Ada mangkok emas yang seluruh sisi luarnya diukir/dicetak dengan cerita Ramayana. Ada juga segala perhiasan dari mulai ikat pinggang, gelang bahu, cincin, kalung. Ada mahkota dari emas yang penuh ornamen dan detail2. Mahkota Miss Universe mah lewat. Segala macam keris dan senjata lainnya.

IMG_4248 copy

IMG_4247 copy

IMG_4249 copy

IMG_4253 copy

IMG_4255 copy

IMG_4256 copy

Nah, di gedung baru ini alurnya cukup jelas nih. Saya sih kemarin urutannya dari lantai 1 ke lantai2 dst. Di tiap lantai tinggal ikutin aja alur koleksi2 yang dipajang. Yang saya dengar museum ini masih dalam tahap pengembangan jadi mungkin belum semua koleksinya dipajang di sini. Konon, museum ini adalah museum dengan koleksi terbanyak di Indonesia atau bahkan malah di Asia Tenggara. Pantesan aja ya saya gak telaten perhatiin koleksinya satu per satu karena memang jumlahnya banyak banget dan lumayan lengkap menurut saya dari segi daerah asal, tahun pembuatan/penemuan, material.

Selesai dari lantai 4 gedung baru, saya turun menggunakan lift ke lantai dasar lalu menuju musholla. Musholla nya ada di lantai basement, di parkiran. Tapi jangan sedih, meski di area parkiran, tempat wudhu dan musholla nya bersih kok. Ber-AC pula.  Di basement ini juga ada stan makanan kecil.

Selama saya berada di sini, selain buanyaak rombongan anak sekolah, ada juga loh keluarga2 kecil yang ngajak anak2nya ke museum ini. Turis2 asing juga ada, paling banyak rombongan turis Jepang. Selain itu ada juga turis bule dan turis India. Senang ya liat banyak orang pergi ke museum. Padahal tadinya mah udah su’udzon aja mikir paling gak ada nih orang yang mau ke museum.

Koleksi museumnya juga tertata dan terawat baik. Bangku-bangku yang bisa dipakai untuk duduk juga terdapat di beberapa spot. Jadi biarpun areanya luas gak perlu kuatir tremor 🙂 Good job buat pengelola-nya. Senang liat museum-museum di Indonesia mulai berbenah jadi tempat yang kece. Jauh dari kesan spooky. Harga tiket segitu juga menurut saya murah ya. Saya nggak keberatan loh kalau harus bayar lebih mahal karena perawatan bangunan maupun koleksi museum kan nggak murah.

IMG_4268 copy

Museum Nasional
Jl. Medan Merdeka Barat No.12 Jakarta Pusat
http://www.museumnasional.or.id
Jam kunjungan:
Selasa-Jumat 08.00-16.00
Sabtu-Minggu 08.00-17.00
Senin dan hari besar tutup
Tiket masuk:
Dewasa IDR 5k atau IDR 3k (rombongan min. 20 orang)
Anak IDR 2k atau IDR 1k (rombongan min. 20 orang)
Turis asing IDR 10k
Estimasi waktu kunjungan : kalau mau puas sih bisa sampai 3 jam-an

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s