Mampir ke Museum Hakka Indonesia

Museum Hakka Indonesia bisa dibilang termasuk museum baru di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Diresmikan oleh Pak SBY di 2014. Museum ini berada di kawasan Taman Budaya Tionghoa. Dan saya baru tau yang namanya Taman Budaya Tionghoa itu pas ada liputan acara Imlek di tv. Nah saya pikir itu tempat baru di TMII. Ternyata Taman Budaya Tionghoa itu udah lama ada lo. Kemana aja Neng?! Asli selama ini gak pernah nyadar deh kalau pas ke TMII. Taman Budaya Tionghoa ini diresmikan oleh Pak Harto, saya lupa kapan tepatnya. Posisi Taman Budaya Tionghoa ini sejajar dengan Museum Listrik dan Energi Baru.

Saya masuk ke Taman Budaya Tionghoa disambut gapura besar. Gapura model Tionghoa gitu lah. Posisi Museum Hakka Indonesia ini agak jauh masuk ke dalam. Dari jauh keliatan sih bangunannya, terlihat beda sendiri dengan bentuk silinder, semacam bentuk benteng gitu lah. Bentuk bangunan-nya mengadaptasi rumah tradisional Tulou. Hakka sendiri merupakan nama salah satu sub suku terbesar di Tiongkok.

Sebelum masuk ke Museum Hakka, di sebelahnya ternyata ada bangunan dengan ukuran yang lebih kecil. Bangunan satu lantai ini adalah Museum ChengHo. Koleksinya berupa foto, keramik dan kain tradisonal Tiongkok peranakan. Saya sih paling suka liat motif2 batik peranakan dan beberapa model kebaya peranakan. Koleksi keramiknya juga bagus2. Untuk masuk ke sini tidak dikenakan biaya, tapi ada semacam kotak donasi di depan museum. Karena museumnya juga kecil, koleksinya juga tidak terlalu banyak. Sepuluh sampai lima belas menit di sini sudah cukup lah.

Picture 057 copy

Picture 053 copy

Kemudian masuklah saya ke Museum Hakka Indonesia. Bangunan musem terdiri dari 3 lantai. Begitu saya masuk, petugas langsung mengarahkan saya untuk ke lantai 2 karena koleksi museum berada di lantai 2. Sekilas saya lihat di lantai 1 terdapat semacam panggung. Untuk ke lantai 2 bisa melalui tangga atau lift. Keren kan ya museum 3 lantai punya lift segala ๐Ÿ™‚ oiya ruangan di museum ini juga full AC ya ๐Ÿ™‚

Picture 058 copy

Di lantai 2 kita bisa melihat sejarah migrasi sub suku Hakka dari masa ke masa. Digambarkan bahwa suku Hakka mengalami migrasi besar-besaran ke berbagai wilayah selama beberapa kali karena berbagai sebab. Suku Hakka bermigrasi dari Tiongkok utara ke wilayah selatan termasuk Asia Tenggara.

Selain itu, digambarkan juga berbagai profesi orang keturunan Tiongkok serta peran orang Tiongkok di Indonesia sejak perjuangan kemerdekaan sampai masa pembangunan. Gak lupa pula peran orang keturunan Tiongkok di berbagai bidang: pemerintahan, militer, olahraga, film, kuliner dst. Selama ini kan kita (atau saya?) taunya cuma orang Tiongkok itu profesinya pedagangย *jitakpalasendiri. Ada juga koleksi alat-alat dan perlengkapan yang biasa mereka gunakan untuk upacara tertentu.

Picture 060 copy

Picture 062 copy

Picture 061 copy

Naik ke lantai 3, koleksinya gak sebanyak di lantai 2 sih. Yang cukup menarik buat saya area yang menjelaskan pengobatan dan ramuan-ramuan tradisional Tiongkok plus segala bahan tumbuh-tumbuhan serta alat yang biasa digunakan. Selebihnya sih yang saya ingat koleksi di lantai 3 ini isinya semacam hall of fame dari para sponsor dan donator museum ini. Oiya di lantai ini juga ada cerita sekilas mengenai tahap-tahap pembangunan museum dari mulai desain bangunan sampai selesai dan siap diresmikan.

Picture 066 copy

Bertambah lagi satu museum di Jakarta (dan deket dari rumah saya) yang layak dikunjungi. Tempatnya nyaman, luas , jauh dari spooky dan koleksi museum pun walaupun tidak terlalu banyak lumayan bisa menambah pengetahuan.

Museum Hakka Indonesia
Taman Budaya Tionghoa TMII Jakarta Timur
Jam buka:ย  Selasa-Minggu 09.00-16.00 (Seninย tutup)ย 
Tiket masuk:ย  free

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s