Ngebolang dadakan ke Pulau Pramuka

Orang Jakarta kalau mau liat pantai dan laut yang masih lumayan bersih dengan bujet murah meriah kemana lagi perginya kalau bukan ke Kepulauan Seribu 🙂 Postingan telat banget sih ini sebenarnya. Kebetulan yang ngajakin adalah teman sekantor dan rombongan kita kali ini kebetulan cewek semua. Dan seperti biasa, ngebolangnya ala-ala backpacker ya.

Biar gak ribet, kami ikutan paket trip 2 hari 1 malam aja, berangkat Sabtu subuh pulang Minggu sore. Banyak kan tuh ya paket trip-paket trip ke pulau-pulau di Kepulauan Seribu. Harganya pun antara organizer yang satu dengan yang lain nyaris sama. Kemarin itu kami ikut paket dari Sadewa Tour. Bayar DP sebelum berangkat dan dilunasin pas kita sudah sampai di Pulau Pramuka. Dan dilunasinnya pas malemnya pulak 😛

Untuk ke Muara Angke, kita carter angkot aja dong. Carter dari UKI sampai Muara Angke kena 15rb per orang. Katanya sih bisa lebih murah cuma karena kita juga cuma bersembilan jadi ya sutralah. Begitu mo masuk Muara Angke yasalam macet ajah. Malah macetnya sebelum dari Muara Angke deng. Kita lupa kalau hari Sabtu itu tanggal merah. Dan konon katanya jadi kesempatan buat liburan orang-orang yang kantornya gak libur di hari Sabtu. Sampai di pom bensin Muara Angke ya seperti biasanya tiap weekend, rame ajah. Cuma kita gak nunggu lama2 sih, langsung kontak EOnya, trus disuruh kontak orang kapalnya, ketemu orang kapal dan langsung naik ke kapal. Jadi jam 6 pagi kita udah lesehan di kapal. Jadi orang-orang pertama yang masuk ke kapal. Dan kapal baru berangkat hampIr jam setengah 9.

Sampai di Pulau Pramuka sekitar jam 11 siang. Sekilas sih, Pulau Pramuka ini fasilitasnya lumayan lengkap ya. Ada RSUD, masjid yang cukup besar , kantor pos, sekolah bahkan kantor bupati. Saya kurang ngerti juga apakah Pulau Pramuka ini adalah ibukota dari Kabupaten Kepulauan Seribu. ATM yang ada kalau nggak salah Bank DKI. Dan yang gak disangka, di pulau ini ada kantor polisi dan orang-orang Jekardah yang baru tiba itu diperiksa secara random dong. Mungkin dicek siapa tau ada yang bawa senjata atau narkoba kalik. Setelah ketemu EO dan guide kita di trip ini, kita kemudian langsung diantar menuju penginapan. Penginapan nya lumayan jauh ternyata dari dermaga.

Penginapan kita terdiri dari 2 lantai. Kami bersembilan ditempatkan di 2 kamar. Kamar cukup luas, model kasur diletakkan di lantai gitu, ada AC, tv dan kamar mandi di dalam. Di belakang ada teras kecil yang bisa dipakai untuk jemur baju dsb :). Di teras depan juga ada meja kursi untuk kongkow2 plus dispenser jadi bisa free flow air putih lah.

Picture 078 copy

Selesai makan siang, kita siap2 snorkeling. Sebelum sampai ke spot snorkeling , kita mampir dulu ke pinggir pantai entahlah pulau apa untuk…briefing dan latihan snorkeling. Iya loh baru kali ini saya mau snorkeling dan ada latihannya. Biasanya mah snorkeling ya tinggal nyemplung aja. Tapi sebenarnya latian atau briefing ini penting banget sih. Terutama untuk yang baru pertama kali snorkeling atau yang udah lamaaa banget gak snorkeling seperti saya 🙂 Intinya briefing ini untuk menjelaskan kegunaan dan cara pakai alat2 snorkeling plus mencoba menggunakan alat ini di air. Gak semua orang langsung bisa napas pakai mulut loh 🙂 Dan yang gak kalah pentingnya adalah pemanasan. Ya mirip2 pemanasan sebelum berenang sih. Ya daripada nanti kram di tengah laut kan..

Selesai briefing dan pemanasan, baru lah menuju ke spot snorkeling. Di spot yang entah-saya-gak-tau-namanya ini air laut sih bersih banget. Tapi view underwaternya menurut saya biasa aja. Apa di Kepulauan Seribu view nya tipikal seperti itu ya. Ketemu ikan2 kecil yang bagus2 sih. Sayangnya kami gak bawa roti atau makanan untuk ikan. Tapi koral-koralnya sih biasa aja malah di beberapa titik ada yang rusak:( Nah di sini kami juga melakukan foto underwater. Kami snorkelling cuma di satu spot ini aja sih.

 

Kami snorkeling cuma di satu spot ini aja sih. Setelah itu kami mampir ke Pulau Semak Daun. Selama ini taunya Pulau Semak Daun itu pulau kosong aja. Ternyata pas sampai sana gak kosong2 amat. Ada beberapa penjual makanan plus banyak orang-orang kemping dong. Kami cuma mampir sebentar keliling pulau dan foto-foto.

Picture 095 copy

Pulau Semak Daun

Sebelum kembali ke Pulau Pramuka, kami mampir ke semacam penangkaran ikan gitu, namanya Nusa Keramba. Di sini ada sebuah restoran terapung dan beberapa keramba untuk penangkaran ikan. Katanya sih penangkaran ikan hiu tapi saya sih sama sekali gak liat ikan hiu deh di keramba-keramba itu. Kemungkinan sih penangkaran ikan-ikan hias deh. Karena ikan-ikannya berwarna warni bagus dengan ukuran kecil sampai besar banget.

Picture 105 copy

Restoran terapung di Nusa Keramba…rombongan kita cuma numpang pipis aja disini 😛

Picture 099 copy

Ikan2 (hias?) di penangkaran ikan Nusa Keramba

Sampai di Pulau Pramuka lagi sudah agak sore. Sempet ditawarin kalau ada yang mau main banana boat tapi kita males hihii..Akhirnya balik ke penginapan untuk bersih-bersih. Ternyata air di penginapan agak payau bok dan meskipun udah mandi badan tetep terasa agak lengket ya huhuu. Tapi ya sudlah mo gimana lagi. Selesai mandi ternyata masih sore dan dasar kebluk saya sempet tidur sebentar dong sampai sebelum magrib.

Malam hari sih harusnya gak ada acara apa2 selain makan malam dan bbq-an. Ternyata makan malam dan bbq ini 2 acara yang beda ya. Jam 7 lebih makan malam diantar ke penginapan dan sukses ludes dalam waktu singkat. Secara kita laper banget kan abis main2 di laut. Dan nyaris jam 9 malam baru dateng dong itu bahan-bahan buat bbq. Dan kami udah malas ikutan bbq jadi pengen terima itu ikan dkk mateng dan tinggal hap makan aja.

Keesokan paginya saya bangun agak kesiangan dan langsung jalan menuju pantai. Gak berharap bisa liat sunrise sih secara kayaknya mataharinya agak malu2 gitu nongolnya. Etapi ternyata masih dapet lah pemandangan pagi yang lumayan.

17052015943 copy

Kebagian view sunrise kayak gini…lumiyinlah 🙂

Pagi itu selesai sarapan kami jalan keliling pulau aja. Saya menemukan gedung sekolah yang bagus tapi kok kayaknya sudah gak digunakan ya, trus ada bangunan rumah guru segala. Kami mampir di penangkaran penyu dan budidaya mangrove yang disponsori oleh salah satu perusahaan. Sayangnya di salah satu sudut pulau saya menemukan tumpukan sampah yang buanyaak dan sama sekali gak enak diliat tentunya. Tempat ini semacam TPA-nya Pulau Pramuka kali ya. Ckckck…sampah di satu pulau bisa segitu banyaknya ya. Jujur aja saya juga gak tau solusinya gimana menangani sampah2 itu. Mungkin sebagai pengunjung, kalau ada sampah kita yang kecil-kecil dibawa pulang lagi aja kali ya. Ah entahlah..

17052015955 copy

Penangkaran penyu dan pembibitan mangrove

17052015952 copy

Anak penyu (tukik)

17052015958 copy

Salah satu sudut pulau

17052015960 copy

Salah satu sudut pulau…bunga2 putih dan ungu itu kerajinan dari botol air mineral bekas lho 🙂

Lumayan juga ternyata keliling pulau. Ada lah satu atau satu setengah jam. Sampai penginapan tinggal packing dan siap-siap kembali ke Jakarta. Sebelum naik kapal kami makan dulu. Saya makan bakso yang rasanya biasa aja dan harganya ya gitu deh namanya juga jauh di pulau kan ya.

Dan gong-nya adalah di atas kapal pas perjalanan pulang ke Muara Angke. Itu kapal goyangannya maaaak. Berasa naik Kora-kora di Dufan deh #radalebay. Memang kebetulan ombaknya pas gede. Padahal kita rombongan yang pulang paling awal loh, sekitar jam 11. Apakabar yang pulang lebih siang atau sore secara makin sore ombaknya makin gede. Dan kata orang kapal memang sudah seminggu ini ombaknya besar. Asli ini perjalanan laut paling mengerikan sepanjang yang pernah saya alami. Semua penumpang mukanya sok cool tapi saya yakin pada panik juga deh. Temen saya yang biasa ngebolang ke Kep. Seribu aja bilang untuk banyak2 berdoa huhuu…gimana iniiih?

Di atas kapal yang muntah mabok laut banyak, yang mukanya pucet ada. Untungnya sih rombongan saya yang cewek semua baik2 aja. Eerr…nggak sih, ada yang mabok laut juga tapi setidaknya sampai Muara Angke gak ada yang musti digotong sih #lirik rombongan grup lain 😛 Perjalanan jadi agak lama karena ombak yang besar tadi. Dan buat saya berasa makin lama karena goyangan di kapalnya itu loh. Duh berasa lamaaa bener gak sampe2. Alhamdulillah akhirnya tiba juga di Muara Angke jam 2 siang pas matahari lagi asoy2nya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s