Umroh- Ziarah dan City Tour Madinah

Sepertinya memang jamak bahwa travel umroh dari Indonesia membawa jamaahnya city tour dan berziarah ke beberapa tempat di Madinah. Lokasi yang didatangi bahkan urutan rutenya pun sama antara travel yang satu dengan yang lain 🙂  Ziarah ini hanya memakan waktu setengah hari. Berangkat setelah sarapan dan sebelum Zuhur ziarah sudah selesai dan jamaah diantar kembali menuju hotel. Tempat-tempat yang didatangi pun biasanya tidah jauh dari kota Madinah.

Masjid Quba
Tempat yang pertama kami datangi adalah Masjid Quba. Masjid Quba merupakan masjid pertama yang dibangun Rasulullah.

Masjid Quba difoto dari atas bis. Lumayan rame kan?

Masjid Quba difoto dari atas bis. Ini baru luarnya aja yang rame, dalamnya lebih rame lagi 😛

Nah, sholat di Masjid Quba ini ada keutamaannya. Ada hadist yang menyebutkan kalau kita berwudhu dari tempat kita tinggal (hotel/penginapan) kemudian sholat di Masjid Quba, maka kita akan mendapatkan pahala seperti orang ber-umroh. Jadi kalau bisa dari penginapan kita sudah berwudhu dan dijaga wudhu-nya jangan sampai batal. Ini lah yang membuat masjid ini menjadi tujuan pertama. Perjalanan ke sini gak terlalu lama kok, sekitar 15-20 menit berkendara dari hotel kami.

Berhubung kami berangkatnya agak telat, sampai sini udah rame aja dong. Agak macet di sekitar masjid bahkan deretan bus-bus aja sudah mengular panjang. Akhirnya dapat parkir bus agak jauh dari masjid. Kami gak terlalu lama di sini karena waktunya pun sudah mepet kan. Saya sempat shalat beberapa rakaat kemudian kami berkumpul lagi menuju ke bis untuk bersiap ke tujuan selanjutnya.

Kebun Kurma
Setelah selesai sholat di Masjid Quba, perjalanan dilanjutkan ke kebun kurma. Dari dulu saya penasaran pengen melihat langsung kurma yang masih ada di pohon 😉 Sayangnya di musim dingin, pohon kurma nya sedang tidak berbuah lah. Padahal kata teman yang tinggal di Arab, kalau musim panas banyak bahkan yang ada di pohon di pinggir jalan pun boleh dipetik.

Di toko di kebun kurma ini dijual beraneka macam kurma, juga berbagai kacang2an dan coklat. Harganya sih relatif lebih mahal dibandingkan dengan yang dijual di emperan-emperan Masjid Nabawi. Tapi kurmanya sendiri kalau saya perhatikan cukup kering dan gak lengket seperti di tempat lain ya. Oiya disini kita bisa gratis mencoba berbagai macam kurma dan kacang-kacangan. Silakan coba sampai kenyang puas. Saya kebetulan gak terlalu suka kurma kering sih dan sama ibu saya juga dilarang mencoba kalau nggak niat beli hahaaa. ..

Ternyata, di sini dijual juga kurma segar, bukan yang sudah dikeringkan. Saya dari dulu juga penasaran banget pengen nyobain kurma segar, akhirnya kesampaian juga. Harganya juga gak mahal kok, SR15 dan SR20 per kilonya. Enaaak…segar, manis, dingin krenyes2, pas banget siang2 yang panas nyemilin kurma. Kurma segar ini sayangnya harus selalu disimpan di kulkas / freezer. Kalau kelamaan di luar kulkas bisa lembek. Sisa kurma segar ini tadinya pengan dibawa ke Jakarta. Tapi karena kulkas hotel gak nyala jadinya malah lembek dan terpaksa dibuang karena berair hiks.

Tenang saja kalau persediaan riyal habis atau gak cukup tapi tetap mau belanja. Di sini juga menerima transaksi dengan mata uang rupiah (pecahan 50rb atau 100rb) atau ringgit. Tapi memang kalau di-compare dengan riyal jadi agak lebih mahal sedikit. Rata-rata selama saya belanja di Madinah, pedagangnya mau menerima rupiah pecahan 50rb dan 100rb kok.

Jabal Uhud
Dari kebun kurma, city tour dan ziarah dilanjutkan ke Jabal Uhud. Menurut saya perlu banget nih dibela2in berziarah ke sini. Disini lah lokasi terjadinya perang Uhud yang merupakan peristiwa pahit dan memilukan dalam sejarah Islam. Perang Uhud terjadi kira-kira setahun setelah perang Badar. Ketika itu, pasukan umat Islam yang dipimpin Rasulullah berperang melawan kaum kafir Quraisy.

Jabal Uhud

Jabal Uhud

Cerita lengkap tentang perang Uhud silakan googling sendiri ya. Singkat cerita, pasukan pimpinan Rasulullah mengalami kekalahan. Rasulullah terluka dan bahkan seorang sahabatnya gugur dengan luka cukup banyak karena menjadi tameng bagi Rasulullah.

Para syuhada Uhud dimakamkan tak jauh dari lokasi ini. Kami sempat berziarah ke pemakaman syuhada Uhud ini. Bentuknya sama seperti pemakaman di Arab lainnya, berupa tanah luas dibatasi pagar dinding dan jeruji besi. Tidak lama kami di sini, tapi sempat mendoakan para syuhada Uhud ini dipimpin Pak Ustad.

Pemakaman syuhada perang Uhud

Pemakaman syuhada perang Uhud

Itulah tempat-tempat yang kami datangi selama setengah hari city tour dan ziarah di kota Madinah. Yang gak kesampaian adalah ke Jabal Magnet karena waktunya gak keburu dan jaraknya juga agak jauh. Oiya, sempat juga melewati Masjid Qiblatain tapi kami tidak mampir ke sana.

Bagusnya sih, sebelum berangkat kita baca-baca dulu sejarah Nabi, kisah-kisah seputar tempat yang akan kita ziarahi baik di Madinah maupun Mekkah. Dengan begitu, ketika tiba di sana lebih dapat ‘feel’nya. Memang sih sepanjang jalan pak ustad bercerita mengenai kisah-kisah yang berhubungan dengan tempat tersebut, ada kuis-nya pulak biar banyak yang nyimak. Tapi tetep ada aja yang suka kelewatan saya simak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s