Umroh – Ziarah Mekkah

Di hari kedua di Mekah, kami berziarah ke beberapa tempat sebelum mengambil miqat untuk umroh kedua. Sama seperti ketika ziarah di Madinah, ziarah di Mekkah ini memakan waktu sekitar setengah hari.

Berhubung rata-rata tempat ziarah ini berupa gunung/bukit, sementara siangnya kami harus melakukan umroh kedua dan sudah pakai baju ihram juga, jadi saya gak sampai mendaki bukit2 nya sih. Dan jujur agak males juga saya naik-naik ke bukit itu, waktunya pun sempit dan saya harus irit-irit tenaga untuk umroh kedua nanti.

Jabal Tsur
Jabal Tsur terletak tidak jauh dari Masjidil Haram. Nama daerahnya Kudai. Di Jabal Tsur terdapat sebuah gua yang pernah digunakan Rasulullah dan sahabatnya Abu Bakar untuk bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraisy ketika hendak hijrah ke Madinah. Ketika beliau sudah bersembunyi di gua, beberapa kaum kafir Quraisy ada yang sudah tiba di gua tersebut. Mereka melihat gua tertutup sarang laba-laba dan sarang burung sehingga berpikir Rasulullah tidak mungkin bersembunyi di sana. Untuk menuju ke gua kira-kira perlu jalan mendaki sekitar Β½-1 jam.

20151230_085827 copy

Kami ke sini cuma sebentar aja nih. Memang dikasih waktunya sedikit juga. Sampai sana lihat-lihat dan foto-foto sebentar di bawah bukit. Sekitar 15 menit kemudian perjalanan dilanjutkan ke tujuan berikutnya. Dari jauh terlihat beberapa orang yang sedang mendaki menuju ke gua termpat Rasulullah bersembunyi. Jalurnya lumayan terlihat terjal sih.

Jabal Rahmah
Siapa yang nggak tau tempat pertemuan paling romantis sedunia ini. Tempat bertemunya Adam dan Hawa yang terpisah di tempat yang berbeda setelah diturunkan dari surga ke bumi. Jabal Rahmah terletak di Arafah, dimana Padang Arafah merupakan tempat jamaah haji melakukan wukuf.

Di puncak Jabal Rahmah ini terdapat semacam tugu. Tugu ini dibuat untuk mengingat momen pertemuan Adam-Hawa. Nah di tugu ini biasanya banyak orang yang menuliskan nama dan/atau nama pasangannya dengan harapan hubungan/jodohnya bisa langgeng gitu. Nggak tau juga sampai sekarang masih banyak nggak yang suka melakukan β€˜ritual’ nulis nama di Jabal Rahmah itu. Saya sih boro-boro ya nulis2 nama di situ, pasangan aja belum punya mendaki sampai atas pun nggak πŸ˜›

Jalur mendakinya sih cukup curam, tapi untuk sampai ke puncak sepertinya hanya butuh 10-15 menit saja sih, ada tangga juga di salah satu sisi bukit. Jadi lumayan banyak jamaah yang mendaki sampai puncak. Katanya pemandangan padang Arafah dari puncak ini juga cukup kece. Kalau saya sih cukup mendaki nggak sampai setengah bukit terus foto2 sambil nggak lupa berdoa juga dong.

Di Jabal Rahmah ini saya nggak menemukan satu pun unta yang dihias2 dan dipakai untuk foto2 couple itu loh. Menurut Pak Ustad sih memang sudah nggak boleh ada unta di situ. Entahlah atau memang kebetulan lagi rame saja makanya pelataran nya penuh bus dan gak ada satu pun unta hias. Yang ada saya lihat semacam food truck jualan es krim πŸ˜›

Oiya di Arafah ini juga ada sebuah masjid bernama Mesjid Namira. Mesjid yang hanya dipakai setahun sekali di tanggal 9 Dzulhijah. Khutbah wukuf disampaikan di masjid ini. Kami gak singgah ke mesjidnya sih, hanya lihat dari jauh saja.

Muzdalifah & Mina
Sehari-hari di luar musim haji, Muzdalifah dan Mina ini bagaikan kota mati. Benar-benar sepi, tidak berpenduduk. Paling hanya ada peziarah seperti kami2 ini saja. Segala fasilitas seperti tenda2 sudah dibuat permanen. Stasiun dan jalan kereta api untuk peziarah lokal sudah ada (entahlah sudah beroperasi atau belum).

Selain pemandangan tenda-tenda putih di sepanjang kiri-kanan jalan, di Mina terdapat tempat untuk melontar jumroh dan juga terowongan Mina. Tidak tanggung-tanggung, tempat melempar jumroh ini sekarang terdiri dari 4 lantai.

Tenda-tenda di Muzdalifah

Tenda-tenda di Mina

Tenda di Mina, sebelah kanan itu tempat untuk melempar jumroh
Tenda di Mina, sebelah kanan itu tempat untuk melempar jumroh

Jabal Nur
Tujuan terakhir sebelum mengambil miqat adalah Jabal Nur. Di Jabal Nur ini lah terdapat Gua Hira tempat Rasulullah menerima wahyu pertama. Kami hanya berhenti sebentar bahkan saya pun nggak turun dari bus.

Kalau mau ke Gua Hira, jalur pendakiannya cukup terjal. Dan gua nya pun nggak besar. Sempat sih lihat beberapa orang sedang mendaki sepertinya menuju ke Gua Hira. Kalau punya waktu lebih panjang di Mekkah mau deh nih saya naik ke Gua Hira. Sayang aja ketika itu waktunya gak memungkinkan.

Yang gak kesampaian adalah ke peternakan unta dan nyobain minum susu unta. Yaiyalah waktu itu mendung gelap dan gak lama turun hujan sehingga ketika kami lewat peternakan, unta2 nya entahlah lagi ngumpet di mana. Kebetulan saya juga gak terlalu doyan susu sih. Akhirnya, kami cuma lewat peternakannya saja dan skip foto sama unta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s