Arisan Emas, Cara Seru Nabung LM

Udah lama juga saya nggak cerita soal finance dan investasi….

Dulu pas awal-awal kerja dan baru punya penghasilan sendiri, tante saya ngingetin saya untuk menyisihkan gaji, THR, bonus dan apapun lah itu untuk dibelikan perhiasan emas. Biar punya barang yang bernilai investasi gitu. Klasik banget ya. Ya jelas lah gak saya ikutin 😀 karena kebetulan saya gak terlalu suka pakai perhiasan. Waktu itu saya belum kenal yang namanya emas batangan alias logam mulia.

Seiring meningkatnya literasi saya soal berbagai jenis investasi, mulai lah saya menjadikan emas Logam Mulia (LM) sebagai salah satu instrumen investasi. Nggak ngarep return muluk-muluk sih, hitung-hitung juga sebagai diversifikasi aset lah. Awalnya saya masih pakai cara konvensional banget: ngumpulin duitnya, terus ketika harga LM lagi murah, saya beli per ukuran 10 gram. Intinya, saya ngumpulin duitnya dulu sampai cukup, baru dibelikan LM. Untungnya saya tergolong cukup kuat iman (ini menurut saya loh) untuk nggak utak-atik uang di tabungan kecuali kepepet beneran. Jadi pakai cara konvensional ini sebenarnya oke-oke saja.

Terus gimana kalau uang kita gak banyak? Kalau nunggu uang terkumpul kan lama ya dan pas uangnya terkumpul harga LM nya udah naik banyak. Atau belum sampai cukup uangnya malah tergoda dipakai untuk beli yang lain…eeaa tunjuk tangan deh yang suka kek gitu 😛 Bisa sih, nabung lewat Pegadaian atau institusi keuangan lain yang punya program cicilan emas. Tapi pasti ada biaya-biayanya kan CMIIW. Entah itu biaya admin, ‘bunga/margin’, biaya titip dst dst. Nah, ada alternatif cara seru untuk nabung emas nih yaitu lewat arisan emas. Kebetulan saya diajak sama beberapa temen di kantor untuk ikutan arisan emas. Emas disini maksudnya emas logam mulia keluaran Antam ya. Atau alternatif lain bisa juga dinar emas.


Prinsipnya sih sama seperti arisan biasa. Cuma setoran per bulan nya dikonversi dari harga emas ketika itu. Berhubung harga emas tiap hari naik turun kan ya, jadi uang arisan nya per bulan dalam rupiah gak tetap alias naik turun juga.

Detail tentang arisan emas saya jelasin pakai point-point aja kali biar gak rempong 🙂

  1. Misal, ada 10 orang yang bersepakat (((bersepakat))) arisan LM dengan ukuran 25gram selama 10 bulan. Tunjuk aja salah satu peserta sebagai bandar untuk direpotin #eh. Bandar arisan ini ya tugasnya nagihin duit arisan sekaligus beliin LM nya. Jumlah peserta dan berapa gram besaran LM ini disepakai bersama aja. Tentukan juga setiap tanggal berapa arisannya, paling enak sih sehari setelah tanggal gajian deh. Namanya pun nabung ya musti di awal toh. Karena kantor saya payday nya tanggal 25, jadi arisannya tiap tanggal 26.
  2. Tanggal 26 bulan ini harga LM 25gr misalnya adalah IDR 14,300,000 . Dari harga tersebut dibagi 10 (jumlah peserta) dapatlah setoran emas bulan itu yaitu IDR 1,430,000. Oiya harga nya pakai harga toko emas tempat beli (supplier) nya. Kan suka beda tuh sama harga resmi di web Antam. Begitu setoran terkumpul, dibeliin lah LM 25 gram terus dikocoklah arisannya. Nama yang keluar berhak dapat emas 25 gram itu.
  3. Lalu tanggal 26 bulan depan misal harga LM 25gram adalah IDR 14,450,000. Berarti setoran arisan di bulan itu per orang adalah IDR 1,445,000. Kumpulin duitnya, beliin LM, kocok arisan dan yang namanya keluar berhak dapat LM 25 gram.
  4. Begitu seterusnya sampai selesai satu putaran. Waktu selesai satu putaran, setiap peserta akan mendapat masing-masing LM 25 gram. Gampang kan?

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ajaklah orang-orang yang memang sudah dipercaya dan beneran berkomitmen untuk menyelesaikan satu putaran. Dalam hal ini saya ikutan arisan dengan teman-teman sekantor. Karena jumlah setorannya kan lumayan ya. Jangan sampai ada yang mangkir bayar arisan atau gimana-gimana *amit-amit* kan. Sejauh ini sudah berjalan beberapa putaran dan semuanya baik-baik saja sih.

Pada praktiknya di arisan LM saya ini, tanggal bisa fleksibel kok. Kadang pas tanggal 26 harga LM lagi tinggi, bisa aja kita pakai tanggal besok-besoknya pas harga agak turun. Atau barangkali ada yang berbaik hati nalangin dulu beli LM karena pas tanggal 24 misalnya harganya lagi murah sementara belum gajian kitaah 😛 Asal sepakat dan jumlah setoran per orang sama.

Untuk beli LM nya sendiri, saya cukup beruntung. Di kantor saya kebetulan ada beberapa grup arisan LM. Karena grupnya banyak, akhirnya toko emas berbaik hati mengantarkan LM nya free ongkir. Jadi ini memudahkan tugas bandar banget. Peserta transfer ke bandar, bandar transfer ke toko emas dan dalam beberapa hari emasnya diantar. Yeay, lumayan menghemat waktu dan biaya transport kan. Tapi kalau gak bisa seperti itu ya beli aja di toko emas terdekat dan ongkir dibagi rata tiap peserta. Atau peserta yang kebetulan namanya keluar ambil sendiri di toko emas nya.

Arisan emas ini kalau buat saya membantu sekali loh untuk punya LM dengan cara dicicil tanpa biaya apa-apa. Besaran LM nya juga pilih yang sesuai kemampuan aja. Ukuran LM yang gampang diperjualbelikan alias cukup likuid adalah 5gr, 10gr, 25gr. Dihitung-hitung ‘paling’ cuma perlu mengurangi jatah nge-mol 1-2 kali weekend kok. Gak usah ke mana-mana tinggal duduk cantik klak-klik inet banking atau ngabur bentar ke ATM buat nyetor arisan dan gak berasa tau-tau punya LM deh 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s