Liburan ke Pemandian Air Panas Guci, Tegal

Sebenarnya udah lama tau ada tempat wisata pemandian air panas Guci di Bumijawa, Tegal. Dan baru kesampaian ke sana di penghujung 2016 lalu. Berangkat dari Jakarta jam setengah enam pagi, sedikit macet menjelang gerbang tol Cikarang Utama, akhirnya tiba di Guci sekitar jam 1 siang. Karena baru pertama kali ke sini, nggak nyasar sih, cuma ada lah 4-5 kali tanya-tanya ke orang di pinggir jalan 🙂 Bisa sih liat maps tapi agak kurang pede hahaa. Dan untungnya, semua orang yang ditanya menunjukkan rute dengan benar.

Lokasi pemandian air panas Guci terletak di kaki Gunung Slamet. Jalan ke sana tentu berkelok-kelok, penuh tanjakan dan turunan. Jalanan cukup mulus, cuma agak sempit aja. Semakin dekat ke arah obyek wisata Guci, banyak plang nama hotel beserta jaraknya berapa km lagi. Tapi kayaknya jaraknya ini gak bisa terlalu dipercaya 😛 Ada yang tertulis 7km tapi setelah jalan 7km tetap aja belum nyampe-nyampe ke tujuan. Sepanjang jalan pemandangannya bagus, banyak kebun sayur ataupun pepohonan. Mata cukup termanjakan sama yang ijo royo-royo deh.

Akhirnya kita sampai juga di pintu masuk kawasan wisata Guci. Tiket masuk lumayan murah: Rp.7000 per orang dan Rp.2000 aja untuk mobil. Berhubung lagi musim liburan, mendekati lokasi pemandian air panas, mobil berhenti aja dong, macet total. Padat orang maupun kendaraan. Mana jalannya sempit dan banyak tanjakan atau turunan. Ada parkiran luas tapi posisinya jauh dari pemandian.

Kami ke sana tanpa booking hotel dulu. Ya abis penginapan di sini jarang banget yang bisa dibooking online. No telepon pun kebanyakan no hp yang susah juga dihubungi. Sekalinya bisa dihubungi, kamar penuh di tanggal yang kita mau. Penginapan yang dekat dengan pemandian air panas kebanyakan berupa kamar atau rumah warga yang disewakan. Bangunan lumayan baru tapi parkirannya sempit. Kalau mau cari hotel, kebanyakan lokasinya di bawah, cukup jauh dari pemandian. Makanya, hotel di sini biasanya juga punya kolam renang air panas sendiri.

Lagi macet-macetan di tanjakan, tetiba liat plang gede Hotel Grand Mega Guci. Coba telp ke 2 no hp gak ada yang diangkat. Nggak taunya hotelnya persis ada di sebelah kanan kita. Ya udah, saya langsung turun dan tanya kamar kosong. Kamar yang available tinggal yang paling murah, cuma Rp.350ribu include sarapan 🙂 Akhirnya kita ambil yang ini karena udah takut gak kebagian, lalu check-in dan istirahat di hotel dulu aja.

Soal hotel, ya apalah yang mau dikomplain ya, secara rate-nya juga murah menurut saya. Awalnya kita dapat kamar lama, jadul berat lah pokoknya. Sejak hotel itu beroperasi belum pernah direnovasi sepertinya. Ya udahlah cuma buat numpang tidur aja. Sekitar 1 jam kemudian, dikabarin ada kamar yang baru selesai direnovasi yang available, tapi harganya nambah Rp.25ribu, posisinya paling ujung, paling bawah, jauh naik turun tangga cyiin. Demi dapat kamar yang masih baru, pindah kamar lah kami. Kemudian malamnya sampai subuh hujan deras gak berhenti dan saya yang parnoan takut tanahnya longsor hiiks..

Hotel Gran Mega Guci menurut saya ok lah. Kemarin kita aja yang udah kepepet gak ada pilihan tipe kamar lain yang kosong. Hotel ini memang hotel lama yang sedang direnovasi sedikit demi sedikit. Tipe kamar lain yang lebih luas dan harga lebih mahal juga ada. Fasilitas juga oke : parkiran luas, ada air panas (ini yang penting, secara udara gunung bikin menggigil), kolam renang air hangat 24 jam. Lokasi juga oke karena kalau mau ke pemandian cukup jalan kaki. Salah satu hotel yang terdekat ke pemandian / pancuran-pancuran itu. Hotel ini juga ‘kekeluargaan’ banget. Pemiliknya suami istri juga baik. Karena buru-buru mau chek-out kita sodorin tempat makan kosong dan minta sarapannya dibungkusin ;P dan dibawainlah bekal sarapan banyak banget.

Setelah rebahan sebentar, sorenya kita jalan kaki ke pemandian air panasnya. Kiri-kanan banyak orang jualan makanan, sayur dan buah, baju etc. Bisa naik kuda juga di sini. Pemandian air panasnya terdiri dari beberapa spot. Ada yang beneran panas sampai asapnya ngebul, ada yang cuma hangat aja (mungkin udah terlalu jauh dari sumbernya?). Ada yang gratis, ada yang berbayar. Pancurannya dinamai dengan nomor. Saya nggak hafal ada nomor berapa aja, ingetnya Pancuran 13 aja.

Dan semua spot pemandian di sini pas saya datang rameee kayak cendol. Udah nggak pengen ikut berendam lah saya. Mana tempat bilasnya juga pasti antri gila kan. Banyak orang pula jadi kayaknya gak terlalu bersih. Susah foto-foto di spot yang ‘minim’ orang. Karena penuh orang itu pula, saya agak males berlama-lama dan pilih balik ke hotel aja. Tadinya pengen berendam di hotel tapi terus males dan gak jadi hahaa. Pengennya berendam besok paginya aja setelah Subuh biar sepi, tapi gagal total karena hujan gede 😦

20161226_145935-copy     20161226_150547-copy   20161226_151049-copy

Sebenarnya selain pemandian air panas di kawasan ini juga ada wisata hutan (wana wisata) yang memiliki fasilitas kolam renang, outbound dan perkemahan juga. Untuk masuk ke Wagu (Wana Wisata Guci) ini ada tiket masuk lagi yang harus dibayar. Pas saya ke sana, jalan menuju ke wana wisata ini juga macet bok. Di bawah, agak jauh dari pemandian ada Guci-ku Hot Waterpark. Cuma saya nggak sempat mampir ke tempat-tempat ini. Untuk makan makan, kita cari tempat makan sekitaran hotel aja. Dan ternyata gak terlalu banyak pilihan. Sorenya rame dan padat orang, malamnya daerah ini malah sepi. Akhirnya bungkus nasi goreng dan sate kelinci untuk dimakan di hotel. Dan paginya langsung melanjutkan perjalanan lagi.

20161226_153255-copy

20161226_153233-copy

Jadilah nginap semalam di Guci kami cuma liatin orang berendam, jalan kaki susurin jalan naik turun sambil sedikit belanja dan leyeh-leyeh di hotel.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s