Weekend di The (New) Girrafe Royal Safari Garden

20170204_115819-copy

Yeeeay, piknik pertama di 2017! Awal bulan ini saya kembali menginap di Royal Safari Garden (RSG) Cisarua. Lebih dari 3 tahun yang lalu, saya juga pernah menginap di sini. Tempat piknik yang nggak jauh-jauh dari Jakarta ya salah satunya ke kawasan Puncak ini. Jadi meskipun rame dan macet pas weekend ya dijabanin aja hahaa..

Kali ini, saya dan keluarga menginap di ‘The Girrafe’ atau New Girrafe yang merupakan hotel terbaru di area RSG. Emang saya lagi suka nginep di hotel-hotel baru karena pasti masih bagus, desain kekinian dan kinclong. Bangunan hotel terdiri dari 4 (atau 5 ya?) lantai dan posisinya kira-kira di tengah area RSG. Kalau jalan kaki dari pintu masuk lumayan juga jaraknya, tapi juga belum sampai ke belakang banget. Di depan hotel ada parkiran mobil yang IMHO sih gak terlalu luas apalagi kalau hotel sedang full booked.

Berhubung masih hawa Imlek, hiasan dan dekorasi di pintu masuk dan lobby hotel juga bernuansa Imlek. Ada patung ayam warna merah di pintu masuk dan juga banyak lampion di lobby. Lobby-nya jadi satu dengan kafe kecil. Lobby dikelilingi dinding kaca sampai ke atas sehingga kalau siang terangnya pol apalagi atapnya juga semi transparan.
20170204_115233-copy
20170204_115535-copy
Begitu masuk lift, ternyata interior lift-nya bernuansa ‘wild & animal’ gitu lah. Seakan-akan kita berada di tengah padang rumput. Lalu di lantai1 juga ada artwork lukisan jerapah gede. Lucu buat background foto-foto cuma sayang pencahayaannya minim.

Jam 13.00 kamar sudah siap dan kita bisa check-in. Kami pesan 2 kamar dengan connecting door. Saya lupa kamar kami ini tipe yang mana, yang jelas bukan tipe yang paling bagus sih. Ternyata kamarnya luas 🙂 Tempat tidur single bed-nya aja lebarnya sekitar 100-110cm. Masih nyaman untuk ditempati 1 dewasa & 1 anak. Untuk double bed juga ukuran kasurnya king size jadi cukup lega. Mau nambah extra bed juga masih lega.

Di kamar ada sofa yang cukup nyaman juga meskipun gak cukup kalau mau dipakai untuk tidur ya. Kami bawa kasur pompa yang begitu ditaruh pun kami masih bisa mondar mandir di kamar dengan leluasa. Mau sholat pun masih ada space yang cukup nyaman. Balkon meski lebarnya gak ada 1 meter tapi lumayan bisa duduk-duduk sambil ngemil dan liat pohon ijo royo-royo kalo kuat nahan udara dingin. Kebetulan kami dapat kamar dengan view menghadap ke lapangan hijau.

Namanya juga ‘The Girrafe’, jadi nuansa kamar juga ala-ala jerapah. Lukisan, sarung bantal, backdrop tempat tidur semua ber-ornamen jerapah. Cukup tematik meskipun bukan yang wow banget. Amenities di kamar cukup komplit. Sprei dan handuk bersih dan wangi. Kamar dilengkapi AC. Meskipun AC ini hampir gak terpakai juga sih karena udara Cisarua lumayan sejuk. Etapi besok paginya menjelang siang setelah jalan-jalan keliling resort saya agak kepanasan sih yang akhirnya jadi nyalain AC di kamar. Kamar mandi juga spacious bukan yang kecil cimit-cimit gitu.

20170204_135552-copy

20170204_135548-copy

20170204_154927-copy

20170204_155248-copy

20170204_132041-copy

20170204_132442-copy

20170205_105448-copy

20170205_084405-copy

20170204_115723-copy

Untuk The Girrafe sendiri, rate per malam bisa dibilang cukup pricey sih dibandingkan dengan penginapan setaraf di lokasi sekitar. Dan karena The Girrafe ini paling baru, rate-nya juga kayaknya paling mahal dibanding bungalow atau kamar tipe lain di RSG ini. Tapi harga ini bisa sepadan kalau kita bisa maksimal memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada. Atau bisa coba pas ada promo-promo diskon. Atau bisa coba pas weekeday. Cuma kalau weekday gak ada atraksi atau pertunjukan apa-apa ya.

Dapat kamar luas, nyaman dan cukup ‘mewah’ gitu enaknya mah leyeh-leyeh aja di kamar ya. Apalagi wifi di kamar juga kenceng. Tapi kalau nginep di sini sayang banget kalau cuma diam di kamar aja. Resort-nya lumayan luas dan fasilitas nya juga macam-macam. Apalagi fasilitas buat anak-anak, meskipun gak semuanya free. Fasilitas yang ada kurang lebih masih sama seperti ketika saya ke sini pertama kali yang pernah saya review di sini. Saya hanya akan berbagi apa saja bedanya dengan ketika saya ke sini 3 tahun lalu.

Bungalow-nya rata-rata masih tetap bangunan lama, tapi saya lihat ada deretan bungalow baru di dekat kolam renang/waterboom. Yang berupa bangunan baru ya hotel The Girrafe dan Leopard yang letaknya agak di belakang. Renovasi masih berlangsung di sana-sini sih. Restoran utama (The Jamboo) dan beberapa area sedang direnovasi. Ada bangunan baru yang tinggal finishing aja dekat hotel kami yang sepertinya sih untuk restoran. Kolam renang/waterboom nya kurang lebih masih sama aja sih cuma di re-finish semacam dicat dll.

Taman burung-nya sudah bagus. Dulu taman burung berupa kandang-kandang burung dengan pohon yang rimbun sehingga terkesan gelap dan lembab karena kurang sinar matahari. Sekarang tempatnya sudah lebih terang IMHO. Selain kandang-kandang burung, ada semacam kandang besar tertutup jaring dengan jalur naik turun dengan burung-burung yang berkeliaran bebas. Kita bisa masuk ke sini dan tau-tau ada burung terbang di depan muka atau jalan di depan kita. Kalau berani juga kita bisa pegang-pegang burungnya. Dan burungnya bukan burung kecil-kecil loh. Seru sih, tapi saya agak jiper tau-tau ada merak jalan di depan saya. Takut burungnya ngamuk kakaaak 😛

Pulau reptil nya juga masih ada. Tapi saya nggak masuk karena dulu pas ke sini agak geli merinding gimana gitu. Karena pulau reptil ini dibentuk semacam gua kecil, gelap dan sempit sementara isinya ular (yang sudah diawetkan) dan buaya.

Yang baru dan saya nggak sempat masuk adalah kebun hidroponik. Padahal posisinya persis di belakang The Girrafe loh. Dulu kayaknya ada kebun sayur tapi kosong gitu dan lokasinya beda. Katanya bisa beli sayuran hidroponik juga di sini. Saya cukup penasaran sama kebun hidropinik ini tapi gak keburu euy.

Yang beda lagi adalah saya baru ngeh kalau lapangan olahraganya gak sebanyak dulu. Dulu sepertinya ada lapangan tenis dan basket segala. Kemarin saya hanya menemukan lapangan badminton dan gazebo dengan meja pingpong. Kayaknya sih beberapa lapangan olahraga sudah disulap jadi bangunan baru deh 🙂

Karena restoran utama sedang direnovasi dan ditutup, maka besok paginya kami sarapan di restoran yang ada di lantai 5 Leopard hotel. Restorannya jauh lebih kecil dari restoran utama. Kami sengaja datang pagi jam 7 supaya masih sepi. Alhamdulillah masih kebagian tempat duduk. Tapi gak lama kemudian mulai berdatanganlah tamu-tamu lain. Dalam sekejap udah ada antrian orang nunggu giliran dapat tempat duduk. Karena orang yang datang makin banyak, akhirnya makanan yang udah habis gak di-refill lagi dong. Sengaja mungkin biar yang sedang makan gak bisa nambah dan cepet-cepet cabcus. Kzl deh makan jadi teburu-buru berasa ditungguin gitu. Padahal makanannya enak dan kita kan nggak mau rugi masih mau nambah dan nyobain macem-macem. Dua kali sarapan di sini dan selalu berakhir kurang puas karena crowded.

Dari pengalaman dua kali menginap di RSG, saya bisa bilang bahwa biar gak rugi, enaknya datang pagi ke sini. Sambil nunggu waktu check-in yang jam 14.00 itu kita bisa mencoba fasilitas-fasilitas di sana. Kalau weekend biasanya ada animal show dan animal ride di sini. Atau ke Taman Safari aja dulu setelah minta tiket diskon. Lumayan lah, harga tiket Rp.150rb diskon jadi Rp.100rb kalau menginap di RSG. Setelah check-in dan istirahat sebentar, sorenya bisa main di sekitar resort lagi. Beneran deh seharian di sini rasanya belum cukup, apalagi untuk anak-anak. Besoknya masih bisa main lagi dan kalau bisa juga check-out nyaris injury time aja 🙂 Reccomended banget tempat ini untuk liburan keluarga, apalagi kalau sama keluarga besar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s