Pengalaman Medical Check Up di Siloam MRCCC Semanggi

Beberapa waktu yang lalu saya melakukan medical check up (MCU) di RS Siloam MRCCC Semanggi. Bukan untuk tes masuk perusahaan atau urusan pekerjaan sih, cuma sadar diri aja di usia saya sekarang ini kayaknya penting ya melakukan MCU rutin meskipun kita gak merasakan ada keluhan kesehatan apa-apa. Dan juga karena bisa dibayarin kantor sih.

Nggak ada alasan tertentu kenapa saya pilih Siloam MRCCC. Ya mungkin salah satunya karena saya pengen ngerasain aja MCU di official hospital-nya Raja Arab waktu berkunjung ke sini. Kebetulan setelah membanding-bandingkan dengan beberapa RS, paket MCU di Siloam ini masih masuk lah dengan bujet yang disediakan kantor.

Meski berada dalam 1 grup, paket MCU antar RS Siloam berbeda-beda. Siloam Semanggi beda jenis paketnya dengan Siloam Kebun Jeruk misalnya. Bisa di-cek di websitenya. Website-nya cukup update kok. Dan paket MCU di Siloam Semanggi ini IMHO gak terlalu banyak macamnya.

Bagian MCU dihubungi via telepon memang susah sekali, tapi kalau lewat email responnya cukup cepat. Saya appreciate sih dengan respon via email yang cepat banget, asal email-nya di hari dan jam kerja ya. Meskipun agak kzl juga secara pas mau dihubungi via telepon susah banget. Telepon dengan bantuan operator pun dijawabnya cepet-cepet dan gak dikasih kesempatan tanya-tanya aja dong. Saya belum coba sih kalau via telepon dan kita pilih servis dalam Bahasa Inggris.

Saya daftar 2 hari sebelumnya, ambil paket yang menengah, bukan yang paling murah tapi juga bukan yang paling mahal. Bikin janji minimal 2 hari sebelumnya dan ditelepon sehari sebelumnya untuk konfirmasi dan mengingatkan apa aja yang perlu dipersiapkan. Saya kurang tau apakah paket-paket ini bisa dimodifikasi sesuai keinginan kita. Kemungkinan sih bisa tapi jumlah orangnya musti banyak kali ya. Misal untuk karyawan perusahaan.

Bagian MCU berada 1 lantai tersendiri di lantai 25, bersebelahan dengan bagian radiologi. Jadi kemarin selama MCU ya pindah-pindah ruangannya di situ-situ aja. Untuk rontgen dan USG tinggal melipir keΒ ruangan sebelah. Kecuali kalau kita ambil paket yang paling mahal, ada tuh sesi pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter spesialis dan dokternya ada di lantai berbeda. Kalau mau ke lantai 25 ini ada lift tertentu yang langsung menuju ke lantai-lantai atas (lantai 25-36). Lumayan cepat dan gak buang waktu mampir ke lantai-lantai bawah.

Continue reading

Advertisements

Ketika Gigi Geraham Harus Di-operasi

Jadi sebenarnya selama ini saya nggak pernah punya keluhan apa-apa di gigi. Saya cuma notice ada 1 gigi geraham yang bolong dan setelah diamati kok lubangnya makin lama makin besar ya. Dan karena gak sakit jadi saya diemin aja yang mana ini salah banget ya. Pas check-up sekalian scalling di klinik dekat rumah, dokter gigi bilang kalau lubang di gigi geraham adalah akibat dari gigi geraham yang tumbuh paling belakangan yang gak dapat ruang dan akhirnya mendesak gigi geraham di depannya. Sehingga lama kelamaan gigi geraham di depannya berlubang. Well, mungkin lubang juga bisa dipicu sisa makanan yang emang susah dibersihkan dengan posisi gigi seperti itu. Meskipun saya tergolong rajin sikat gigi loh. Gigi geraham yang mendesak itulah yang disebut wisdom teeth. Wisdom teeth ini memang suka bermasalah karena tumbuhnya di usia dewasa sehingga rahang sudah tidak berkembang lagi. Jadi suka gak kebagian ruang gitu.

Saran dari dokter gigi, wisdom teeth nya musti dicabut dan selanjutnya gigi geraham yang berlubang harus menjalani perawatan. Percuma juga ditambal atau dirawat kalau wisdom teeth-nya gak dicabut karena akan terus mengganggu. Dan karena posisi wisdom teeth tertutup gusi, mau gak mau pencabutannya harus melalui operasi kecil atau bedah minor atau bahasa kerennya odontectomi. Maaaak, langsung lemes deh begitu tau gigi saya kudu dioperasi. Saya terakhir cabut gigi kan pas SD, jadi udah lupa kayak apa rasanya gigi dicabut. Lagian yang ini juga kan bukan cabut gigi biasa 😦 Sumpah akyu takut banget.

Singkat kata, datanglah saya ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Angkatan Udara (RSGM-AU,dulu namanya Lakesgilut) di Halim. Karena pasien baru, jadi ketemu sama dokter gigi umum dulu untuk dicek dan konsultasi. Dan sarannya sama seperti dokter gigi sebelumnya, yaitu gigi saya kudu dioperasi. Dan ternyata setelah dirontgen, wisdom teeth saya posisinya horizontal dong. Saya pikir selama ini si gigi hanya gak kebagian space aja sehingga gak bisa keluar ke permukaan gusi 😦 Akhirnya langsung bikin janji sama dokter gigi spesialis bedah mulut untuk operasi. Sebenarnya saya bisa langsung diantar ke bedah mulut dan dioperasi saat itu juga. Tapi karena butuh nyiapin mental, saya pilih menjalani operasi seminggu kemudian.

And this is it! Waktunya operasi. Deg-degan sudah pasti. Begitu masuk ruangan, langsung disuruh duduk di kursi singgasana, ngobrol sebentar sama dokternya terus langsung dimulai tindakannya. Pertama-tama pasti disuntik bius lokal dulu. Disuntik di beberapa titik di gusi, rasanya lumayan deh, berasa sampe ke tulang rahang. Kurang lebih 5 menit kemudian langsung sebagian bibir dan gusi terasa kebas. Langsung lah pak dokter dan asistennya beraksi.

Continue reading

Bukan Sekedar Bersih

Sebagai perempuan kekinian pastinya setiap hari kita sibuk dengan aktifitas masing-masing. Aktivitas yang padat disertai iklim di Indonesia yang kelembabannya tinggi dan cuacanya panas membuat tubuh kita mudah berkeringat dan menjadi lembab. Apalagi kayak saya yang sehari-hari mobilitasnya menggunakan kendaraan umum. Manalah saya juga orangnya gampang keringetan pulak. Belum lagi fashion baju muslim sekarang kan modelnya yang berlapis-lapis gitu. Gak cukup hanya pakai setelan atasan-bawahan aja, ditambah pulak outer berupa cardigan atau vest panjang. Kalau salah pilih bahan yang ada malah makin kepanasan kitaaa πŸ™‚ Lembab ini terasa terutama di bagian-bagian tubuh yang tersembunyi, termasuk #uhuk miss V. Kalau sudah lembab gini miss V jadi rawan kena serangan jamur dan bakteri. Duh…

Hidup di jaman sekarang dengan tingkat persaingan yang tinggi juga kadang membuat kita rentan stress. Menghadapi lalu lintas sehari-hari yang gak bersahabat aja bisa bikin keluar tanduk. Belum lagi masalah load pekerjaan, lagi ada deadline proyek, bisa lebih-lebih lagi stress nya hahaaa. Belum lagi waktu yang cuma 24 jam sehari ini musti dibagi antara pekerjaan, urusan rumah, urusan pergaulan dan pertemanan dst. Stress, kecapekan, lembab bisa membuat miss V tau-tau kena keputihan.

Gerakan fisik yang aktif juga sering menyebabkan gesekan antara area V dengan pakaian yang kita gunakan, terutama pakaian yang ketat. Iyes, kadang saya pakai legging untuk dalaman atau memakai pakaian dalam yang ketat. Belum lagi karena lembab kadang area V terkena iritasi, terasa gatal dan gak sengaja kita garuk. Eeww…Hal –hal ini yang kita gak sadar bisa membuat kulit di sekitar area V jadi gelap dan menghitam.

Duh jangan sampai deh kulit muka cakep kinclong tapi kita terlupakan untuk merawat area tubuh yang tersembunyi itu. Masalah pada area miss V bisa bikin kita nggak nyaman dan ujung-ujungnya kepercayaan diri juga drop deh. Kalau saya sendiri sih merawat area miss V itu dengan memilih pakaian dalam yang bahannya menyerap kerigat, rajin ganti pakaian dalam dan pastikan area miss V tetap kering terutama setelah ke toilet. Cara membasuh area miss V juga perlu diperhatikan, udah pada tau kan ya cara yang benar adalah membasuh dari depan ke belakang, bukan sebaliknya.

Continue reading