Waktu Dhuha di Masjid Nabawi

Nggak terasa, setahun berlalu dan rasanya selalu rindu untuk bisa berada di sini kembali.

20151228_085410-copy

Suasana Masjid Nabawi di waktu Dhuha memang beda dibanding ketika menjelang waktu-waktu sholat wajib. Di waktu Dhuha, bisa dibilang masjid dalam keadaan kosong. Yang rame adalah jamaah-jamaah wanita yang hendak ke Raudhah.

Saya menikmati sekali suasana Masjid Nabawi di waktu Dhuha yang lengang ini. Sepi, tenang dan rasanya damai sekali. Lampu-lampu di dalam masjid sebagian dimatikan. Kubah atap dalam keadaan terbuka jadi terpampang nyata-lah itu langit biru dan burung-burung berterbangan. Beberapa petugas mengelap dan merapikan tumpukan Al-Quran yang banyak terdapat di penjuru masjid. Di salah satu sudut, sekelompok perempuan Arab terlihat sedang belajar mengaji.

Continue reading

(Review) Wardah Intense Matte Lipstick No.5 Easy Brownie dan No.6 Blooming Pink

20161214_102425

Halo, saya kembali lagi dengan…review gincu! Demi apah coba saya beli lipstick sekaligus sampe 2 bijik gini ?? Secara saya kan bukan make up junkie. Ya abes kita kan anaknya penasaran ya. Lipstick ini kayaknya nge-hits pake banget. Katanya lipstick ini formula baru dari seri long lasting lipstick yang salah satu shade-nya pernah saya review singkat di sini. Sebenernya review ini bisa dibilang agak telat sih mengingat lipstick ini sudah mulai booming 3-4 bulanan lalu.

Wardah intense matte lipstick terdiri dari 12 shade dan semua warnanya terlihat tsakep-tsakep banget. Semakin besar nomor shade nya, warnanya semakin ‘bold’. Awalnya tentulah galau mau beli shade yang mana. Manalah kalau ke konter Wardah gak ada testernya pulak. Pinter banget sih ini trik marketingnya bikin orang penasaran dan beli sekaligus beberapa bijik. Saya sampai bolak-balik liat blog review dan Youtube untuk cari shade yang cocok. Tapi untungnya, Wardah buka stand di bazar gedung kantor sebelah dan ternyata ada beberapa tester untuk seri intense matte dan lip cream. Langsung lah gak mau rugi coba-coba HAMPIR semua testernya 😛

Saya nggak ngerti nih skintone saya masuknya ke mana. Entah fair atau medium. Trus bibir saya juga agak gelap kan. Dari hasil coba tester, yang nomor-nomor awal (antara 1-4) terlihat pucat di saya. Keluar sih warnanya tapi kurang oke. Apalagi yang no.4 mauve mellow jadinya hampir sama seperti warna bibir. Kalau mau tampil no-make up make up, no.4 ini cocoklah. Sementara untuk nomor-nomor besar (no.8 ke atas) warnanya lebih gelap dan bagus untuk yang mau tampil beda sesekali. Karena saya lagi cari lipstick untuk sehari-hari akhirnya mutusin beli 2 : shade no.5 Easy Brownie dan no.6 Blooming Pink.

Desain box-nya saya akui sangat kekinian. Berwarna sesuai warna lipstick di dalamnya. Jujur liat box-nya aja udah bikin mupeng deh. Untuk tube-nya sendiri masih sama persis seperti seri long lasting yang pernah saya review singkat di sini. Keren sih, ramping dengan warna silver doff . Tapi yang ramping gini bikin takut lipstiknya rawan patah seperti yang long lasting. Jadi kalau mau pake putar secukupnya aja jangan terlalu banyak.

Dan bener seperti review orang-orang, lipstick ini ternyata gampang diaplikasikan dan gak se-seret yang long lasting. Hasil akhirnya di saya sih tetap matte. Gak bikin bibir kering, gak ada aroma apapun, berasa ringan banget dan nggak creamy. Suka lah pokoknya. Pigmentasi juga oke. Bisa menutup warna bibir dengan baik. Well, dari semua seri lipstick Wardah yang pernah saya coba, saya nggak pernah kecewa dengan pigmentasinya.

Continue reading

Tentang Dana Darurat

Disclaimer: Saya bukan perencana keuangan, tidak bekerja di bidang keuangan dan tidak pernah kuliah ekonomi ya. Saya hanya praktisi yang menjalankan pengelolaan keuangan pribadi. Jadi postingan ini merupakan pendapat dan hasil kesimpulan pribadi berdasar pengalaman, browsing sana-sini dan baca-baca tulisannya para financial planner.

Seorang teman suaminya baru saja terkena PHK. Teman di kantor lama juga ada yang sedang ‘dirumahkan’. Beruntung suami teman saya itu cepat mendapat pekerjaan kembali. Dan teman yang ‘dirumahkan’ itu juga dengan networking-nya masih bisa survive dengan mengerjakan proyek kecil-kecilan.

Dari situ, saya baru makin merasakan pentingnya menyiapkan dana darurat. Iya, sudah tau dari dulu sih bahwa ada yang namanya dana darurat dalam perencanaan keuangan, dan itu adalah yang paling basic. Bahkan sebelum mikirin mau investasi di sana-sini, mau ambil KPR, mau ngutang beli kendaraan, mau habisin gaji buat jalan-jalan dst, yang pertama kali perlu dipikirin adalah menyiapkan dana darurat.

Melihat kejadian di atas seperti diingatkan lagi kalau kita memang beneran butuh dana darurat. Daripada tujuan keuangan yang lain terganggu karena harus ‘bobol’ tabungan atau redeem investasi, lebih baik persiapkan dana darurat yang bener.

Jangan mentang-mentang di-PHK terus bakal dapet pesangon terus jadi nggak nyiapin dana darurat. Ya kalo pesangon langsung keluar. Kalau pesangonnya dibayar nanti-nanti atau malah dicicil mah runyam juga kan. Sementara biaya hidup akan terus berjalan cyiiin.

Dana darurat adalah dana yang disiapkan untuk menghadapi keadaan yang sangat darurat. Misal: di-PHK, rumah rusak sehingga perlu renovasi, harus dirawat di RS tapi harus keluar uang lebih dulu sebelum bisa klaim/reimburse ke asuransi, menutupi kekurangan uang pangkal sekolah anak karena dari hasil investasi ternyata masih kurang, bantu keluarga yang kena musibah dst.

Karena keadaan darurat yang sifatnya tiba-tiba, dana darurat harus disimpan di instrumen yang beresiko rendah dan mudah dicairkan, alternatifnya antara lain: tabungan , deposito jangka pendek, RD pasar uang, logam mulia. Dan nggak harus di satu instrumen ya. Bisa dipecah: misal sebagian di tabungan, sebagian berupa logam mulia, sebagian di RDPU.

Berapa jumlah ideal dana darurat yang harus disiapkan?
Dari beberapa artikel yang saya baca sih, ‘konsensus’ jumlah idealnya seperti di bawah ini:
Lajang : 3x pengeluaran bulanan
Menikah belum ada anak: 6x pengeluaran bulanan
Menikah + memiliki 1 anak: 9x pengeluaran bulanan
Menikah + memiliki 2 anak: 12x pengeluaran bulanan

Mungkin faktor pengali ini bukan yang sakelijk sih. Setiap orang atau keluarga kan situasi dan kondisinya beda-beda. Tapi intinya semakin banyak tanggungan maka semakin besar jumlah yang harus disiapkan. Separah-parahnya sih menurut saya harus stand by deh 1-2x pengeluaran bulanan. Kalau mau lebih aman lagi, pakailah patokan penghasilan bulanan, bukan pengeluaran bulanan.

Continue reading

Azila Villa, Venue Kece di Timur Jakarta

Bosen nggak sih kumpul-kumpul sama teman lagi-lagi di mal? Terus pengen gak sih arisan keluarga di tempat yang lain gitu gak di rumah atau restoran biasa? Atau bingung cari tempat untuk acara syukuran atau party kecil-kecilan? Maunya yang di seputaran Jakarta aja? Saya ada nih tempat tsakep untuk itu semua 🙂 Tempatnya pun masih terhitung baru.

Di penghujung Juli lalu saya berkesempatan untuk ’menikmati’ kumpul-kumpul bareng teman-teman kuliah di Azila Villa Jakarta. Silaturahmi sekaligus halal bihalal berhubung masih bulan Syawal. Kebetulan owner-nya adalah teman kuliah sehingga kami dipersilakan pakai tempatnya. Makasih loh pak MBos CEO 🙂 Oiya, tempat ini juga masih 1 grup dengan Svarga Resort Lombok.

Kalau di-googling saat ini sih, tempat ini dikenal sebagai venue wedding party. Tapi sebenarnya, ini adalah tempat serbaguna, bisa untuk arisan keluarga, pesta ulang tahun, sekedar kumpul-kumpul sama teman atau komunitas, bahkan untuk acara yang lebih formal seperti wedding party atau meeting kantor. Eh buat garden party juga tsakep. Lokasi villa ini ada di Cipayung Jakarta Timur. Persis di sebelah Pelatnas PBSI. Jalan menuju ke sana memang agak gak familiar dan belok-belok sih. Tapi tinggal ikutin petunjuk di GPS atau map aja InsyaAllah gak akan kesasar deh.

Dan beruntungnya , pak Mbos CEO alias owner Azila Villa mengajak kami untuk ekskursi kecil-kecilan keliling ke seluruh ruangan di sini. Suasana di sini tenang dan asri banget. Lokasinya kan memang agak ‘terpencil’ ya. Pohon-pohon yang sudah ada sebelum villa dibangun berusaha dipertahankan alias nggak ditebang. Pemiliknya sempat cerita bahwa dia cukup sedih juga pas ada 1 pohon yang akhirnya mati sehingga terpaksa harus diganti dengan pohon lain. Di tanah seluas (kalau gak salah) 1200 m2 ini berdiri bangunan villa 2 lantai dengan berbagai fasilitasnya.

Continue reading

Arisan Emas, Cara Seru Nabung LM

Udah lama juga saya nggak cerita soal finance dan investasi….

Dulu pas awal-awal kerja dan baru punya penghasilan sendiri, tante saya ngingetin saya untuk menyisihkan gaji, THR, bonus dan apapun lah itu untuk dibelikan perhiasan emas. Biar punya barang yang bernilai investasi gitu. Klasik banget ya. Ya jelas lah gak saya ikutin 😀 karena kebetulan saya gak terlalu suka pakai perhiasan. Waktu itu saya belum kenal yang namanya emas batangan alias logam mulia.

Seiring meningkatnya literasi saya soal berbagai jenis investasi, mulai lah saya menjadikan emas Logam Mulia (LM) sebagai salah satu instrumen investasi. Nggak ngarep return muluk-muluk sih, hitung-hitung juga sebagai diversifikasi aset lah. Awalnya saya masih pakai cara konvensional banget: ngumpulin duitnya, terus ketika harga LM lagi murah, saya beli per ukuran 10 gram. Intinya, saya ngumpulin duitnya dulu sampai cukup, baru dibelikan LM. Untungnya saya tergolong cukup kuat iman (ini menurut saya loh) untuk nggak utak-atik uang di tabungan kecuali kepepet beneran. Jadi pakai cara konvensional ini sebenarnya oke-oke saja.

Terus gimana kalau uang kita gak banyak? Kalau nunggu uang terkumpul kan lama ya dan pas uangnya terkumpul harga LM nya udah naik banyak. Atau belum sampai cukup uangnya malah tergoda dipakai untuk beli yang lain…eeaa tunjuk tangan deh yang suka kek gitu 😛 Bisa sih, nabung lewat Pegadaian atau institusi keuangan lain yang punya program cicilan emas. Tapi pasti ada biaya-biayanya kan CMIIW. Entah itu biaya admin, ‘bunga/margin’, biaya titip dst dst. Nah, ada alternatif cara seru untuk nabung emas nih yaitu lewat arisan emas. Kebetulan saya diajak sama beberapa temen di kantor untuk ikutan arisan emas. Emas disini maksudnya emas logam mulia keluaran Antam ya. Atau alternatif lain bisa juga dinar emas.

Continue reading

Pacu Adrenalinmu di Waterbom PIK

Semakin tua bertambah usia, kayaknya saya semakin penakut aja untuk mencoba hal-hal yang memacu adrenalin. Sampai akhirnya mau gak mau saya nyoba juga wahana-wahana air pemacu adrenalin di Waterbom PIK Jakarta. Ya kan kita anaknya gak mo rugi apalagi udah jauh-jauh ke PIK gitu.

Oiya, untuk masuk ke sini dilarang bawa makanan dan minuman dari luar. Di pintu masuk akan diperiksa tas dan barang bawaan kita. Jujur aja saya gak suka nih prosesi meriksa-meriksa barang bawaan kek gini. Tapi jangan sedih, sebelum pintu masuk ada lobby kecil dengan meja dan kursi yang bisa dipakai untuk makan dan minum.

Impresi pertama ketika masuk sini adalah tempatnya yang asri. Luas dan cukup tertata. Pelampung untuk anak-anak dan ban tersedia dan bisa dipakai free (tidak dikenakan biaya). Tersedia beberapa gazebo yang bisa disewa serta beberapa bangku yang bisa dipakai bebas. Buat yang gak bawa baju renang, ada penyewaan baju renang atau bisa beli juga. Ada juga penyewaan loker ukuran single atau family. Pembayaran sewa loker dan juga kalau mau jajan makanan minuman di dalam venue menggunakan sistem cashless. Jadi ada gelang berisi saldo + deposit yang bisa dipakai. Sisa uang dan deposit bersifat refundable.

Continue reading

Icip-icip Eskrim Jadul Ragusa

Di suatu siang menjelang sore yang cuacanya lumayan panas, saya dan dua orang sepupu terdampar di salah satu pintu pagar Masjid Istiqlal. Ceritanya naik free city tour bus keliling Jakarta dan turun di halte bus Istiqlal. Kami mau pindah ke city tour bus yang ke arah Kota Tua yang kebetulan juga lagi ngetem di halte yang sama. Dan dasar bukan rejeki, begitu kita turun mau pindah bis, bis yang mau kita naikin pintunya sudah tertutup dan mulai jalan pelan-pelan hiks…

Lalu saya merasa kedai es krim Ragusa yang legendaris itu kayaknya deket banget tuh dari situ. Liat map dan tanya-tanya orang ternyata memang benar udah deket banget. Alamatnya sih di Jl. Veteran 1 No. 10. Posisi jalannya di samping Masjid Istiqlal, sejajar sama sungai dan rel kereta. Jalan masuknya nya memang kecil. Kalau pakai kendaraan umum bisa naik KRL commuter line turun di Stasiun Juanda terus nyeberang lewat jembatan busway. Kalau naik Transjakarta turun di halte Juanda lalu susurin jalan yang sejajar sungai. Gagal naik bis ke Kota Tua, akhirnya kami mampir dulu aja ke es krim Ragusa.
20160813_155422

Dalam bayangan saya nih, enak ya sore-sore makan es krim bercitarasa jadul sambil ngobrol-ngobrol dan menikmati suasana kedai es krim yang ala-ala bangunan jaman kolonial. Yang ternyata semuanya buyar sodara-sodara hahaa…

Continue reading