Tips datang ke pameran

Kayaknya saya lumayan demen deh dateng ke pameran. Tiap menjelang weekend baca koran pasti yang dicari ‘minggu-ini-ada-pameran-apa’ hahaa. Tapi kebanyakan gak belanja sih (beneran deh!) atau kalaupun belanja ya barang2 cemen murah meriah muntah gitu. Kecuali emang diniatin dari rumah pengen beli sesuatu yang sudah diincer lamaaa di pameran itu (eh gimana sih tadi katanya gak belanja :P) Berikut ini tips datang ke pameran ala saya yaa..Yah sapa tau berguna buat yang lain gitu.

Fyi, saya sih biasanya datang ke pameran2 di JCC (belum pernah yang di JIExpo atau tempat lain kayaknya) entah pameran property, furniture, teknologi bahan bangunan (kalo yang ini karena ada hubungannya dengan kerjaan), InaCraft, travel fair, book fair atau yang paling gres kemarin ini pameran computer & fotografi 🙂

1. Siapkan betis fisik

Kalau niatnya memang untuk berkeliling ke seluruh area di venue, siapkan fisik ya. Makan dulu yang kenyang dari rumah. Venue yang luas ditambah pengunjung yang bejibun bener2 menguras fisik deh. Belum lagi biasanya jarang banget ada tempat duduk untuk sekedar istirahat sebentaaar aja.  Malah kalau perlu tempelin koyok cabe dulu di betis :p Kalau cuma mau datang ke venue tertentu sangat disarankan kita sudah pelajari peta venue-nya jadi nggak perlu buang-buang waktu keliling2 (plus nyasar) di dalam venue.

2. Buat list apa saja yang mau dibeli

Ini gunanya biar fokus sama barang yang memang kita mau beli dan terhindar dari beli barang2 yang akhirnya dibeli cuma karena nafsu ajah. Biasanya di pameran ada aja deh barang2 lucu yang kayaknya sayang-kalau-nggak-dibeli-nih atau kapan-lagi-beli-kalau-nggak-di-pameran atau pameran-ini-baru-ada-lagi-taun-depan-nih. Jadi daripada dompet jebol mendingan buat list dan fokus sama list tersebut deh.

3. Survey harga dulu sebelumnya

Berdasarkan pengalaman, belum tentu harga di pameran lebih murah dari di toko. Mendingan sebelum datang ke pameran survey harga dulu deh. Kalau sudah sampai venue pun coba bandingkan harga dari beberapa booth #niaaat bener. Kalau sudah yakin harga di pameran itu memang best offer, baru deh diborong dibeli 🙂

4. Bawa uang cash secukupnya

Kadang gak semua booth menerima pembayaran dengan kartu kredit atau debit. Atau kalaupun nerima, cuma satu atau dua merchant aja. Daripada bolak balik ke ATM (yang lokasinya kadang jauh aja) lebih baik siapkan uang cash secukupnya kalau perlu sampai sereceh2nya karena kadang mereka susah nyari uang kembalian.

5. Gunakan outfit yang nyaman

Pakai pakaian dari bahan yang adem dan menyerap keringat. Untuk alas kaki: no high heels or even wedges deh. Paling pas emang pakai flat shoes. Kalau berniat belanja produk2 fashion (baca: baju), gunakan pakaian/kaos yang ngepas badan biar gak repot kalau mau nyobain secara gak mungkin juga nyobaik di kamar pas 😛

6. Bawa makanan dan minuman

Daripada kelaparan atau bahkan nyaris pingsan mendingan bawa makanan/camilan yang rada mengenyangkan 😛 + minuman deh. Biar lebih hemat juga karena beli di area pameran biasanya agak lebih mahal harganya.

7. Datang pagi

Paling enak datang pagian karena biasanya pengunjung belum banyak. Lebih nyaman untuk keliling2. Makin siang biasanya pengunjung makin berjubel. Kalau bisa sih datang di hari terakhir pameran. Beberapa booth biasanya ada yang banting harga kalau hari terakhir 😛

Selamat berburu di pameran..:)

Pekan Reksa Dana Nasional (part2)

Lanjutan dari tulisan sebelumnya, sekarang saya mau cerita ada apa aja di Pekan Reksa Dana Nasional. Jadi, di sana ada booth dari 45 manager investasi dan bank agen penjual reksa dana. Kesempatan besar untuk tanya2 langsung sama MI-nya keunggulan2 produk mereka.

Selama ini, saya selalu membeli reksa dana (RD) melalui bank. Ya kebetulan yang dekat dengan rumah dan kantor adalah bank. Dan saya cukup terbantu dengan fasilitas autoinvest di bank. Gampang pula, tinggal datang ke CS, isi form, bereesss..uang kita akan di-debet tiap bulan dengan jumlah tertentu dan bukti transaksi dikirim dari bank kustodian ke alamat korespondensi kita. Tapi kelemahan beli RD lewat bank adalah jenis RD yang bisa dibeli terbatas, karena RD kan bukan produk bank melainkan bank hanya bertindak sebagai agen penjual. Sering terjadi, RD inceran saya nggak dijual lewat bank 😛

Ternyataaa…beli RD langsung lewat MI juga nggak kalah mudahnya deh. Form bisa di-download di website MI atau minta dikirim by email.  Lalu kita bisa isi form dan kirim bukti transfer ke MI-nya. Kemarin di Central Park bisa juga kita isi form saat itu juga di booth dan uangnya baru ditransfer keesokan harinya. Banyak juga MI yang sudah punya fasilitas autoinvest. Bahkan di beberapa MI, kita bisa mulai berinvestasi di RD mulai dari IDR 100K.

Continue reading

Pekan Reksa Dana Nasional (part1)

Sabtu 20 Oktober 2012 lalu saya datang ke Pekan Reksa Dana Nasional di Atrium Laguna Central Park. Kali ini, tema-nya adalah ‘Reksa Dana Investasi Masa Depan Keluarga Indonesia’. Acara dari tanggal 18-21 Oktober 2012 ini diikuti 45 perusahaan pengelola reksa dana alias Manager Investasi dan bank agen penjual reksa dana. Jadi, ternyata investor reksa dana di Indonesia jumlahnya masih sangat kecil, tidak sebanding dengan pertumbuhan kelas menengah. Diharapkan sih, dengan adanya acara ini semakin banyak kelas menengah terutama keluarga yang menjadikan reksa dana sebagai salah satu pilihan instrumen investasi.

Tidak lama setelah saya tiba di TKP, ada talkshow tentang pengenalan reksa dana dengan pembicara dari Bapepam-LK dan wakil dari manajer investasi. Yang dijelaskan sebenarnya sangat dasar sekali tentang apa itu reksa dana, kenapa kita harus berinvestasi, kenapa kita memilih berinvestasi di reksadana serta keuntungan maupun resiko apa yang akan dihadapi jika kita berinvestasi di reksa dana.

Hmm..baeklah dimulai dengan kenapa kita harus berinvestasi. Simpel aja sih alasannya: karena ada inflasi. Dengan adanya  hidden enemy berupa inflasi ini, kalau kita cuma menabung sebenarnya daya beli kita semakin hari semakin menurun loh karena suku bunga atau bagi hasil dari bank lebih rendah dari inflasi. Makanya kita butuh instrumen yang memberikan imbal hasil melebihi tingkat inflasi supaya tujuan2 finansial kita bisa tercapai.

Continue reading

Belanja barang buatan negeri sendiri di INACraft 2012

Sabtu 28 April 2012 kemarin saya main2 ke INACraft 2012. Ramenyoooo…mungkin karena saya datengnya pas weekend ya. Kayaknya memang hampir tiap tahun deh saya dateng ke INACraft. Barang2nya beragam dari mulai batik, houseware, aksesoris, produk spa dan perawatan tubuh, perhiasan, tas, sepatu dan masih banyak lagi. Jumlah standnya banyaaaak…kaki gemfooor lah pokoknya. Bayangin aja seluruh area JCC dipakai untuk INACraft ini, dari mulai lobby utama, hall A & B, assembly hall, Cendrawasih sampai sebagian lower lobby. Ada juga stand-stand dari beberapa propinsi di Indonesia. Siap2 kekep dompet deh kalo gak mau kalap belanja. Dan berhubung saya gajiannya di tanggal 1, INACraft kemarin itu sungguh racun di tanggal tua…

Harga produk2 itu beragam juga dari mulai IDR 15K untuk 2 item sampai jutaan rupiah. Kalo gak mau belanja-belanja pun, ngeliatin produk2 nya udah cukup memanjakan mata kok. Kualitas barang nya pun menurut saya cukup bagus kok dengan harga yang reasonable lah, ada harga ada kualitas. Meskipun ada juga yang menurut saya agak mahal untuk barang dengan kualitas seperti itu. Saya sempet mampir ke beberapa stand (eh kayaknya hampir semua stand ding saya samperin :p pantesan gemfooor) dan sempet liat2, pegang2 barangnya, tanya harganya tapi gak beli dan colong kartu namanya….

Continue reading

Mengintip Masa Depan Kota : Pameran Fotografi Arsitektur 3D “Now and When : Kota Masa Depan”

Now and When : Kota Masa Depan
3D Architectural Exhibition
5-24 April 2012
Ground Floor Pacific Place
Free entry, opening time: Sun-Thu 10.00-19.00/Fri-Sat 10.00-21.00
Creative Directors : John Gollings (photographer) and Ivan Rijavec (architect) Presented by: Australian Institute of Architects, Supported by: Australian Government

Untuk yang terbiasa bersafari dari mall ke mall baik di weekdays apalagi di weekend, sempatkan deh untuk menyaksikan pameran fotografi arsitektur 3 dimensi. Gratis dan cukup sediakan waktu sekitar 15 menit saja.

Biasanya, dalam suatu pameran fotografi akan ditampilkan foto yang dicetak dalam ukuran tertentu dan dipamerkan berderet-deret. Namun, pameran fotografi arsitektur ini berbeda dengan pameran2 foto pada umumnya. Pameran ini menampilkan foto2 udara negara Australia dalam bentuk slideshow serta animasi komputer. Uniknya, foto2 yang ditampilkan menggunakan teknologi 3D sehingga tampilan foto2 landskap tersebut tampak lebih real. Untuk menikmatinya, pengunjung harus masuk ke sebuah ruangan gelap dengan 1 layar besar dan memakai kacamata khusus 3D yang telah disediakan penyelenggara.

Pameran terdiri dari 2 bagian, bagian pertama Now (Kini) menampilkan foto udara dari area timur dan barat Australia. Foto2 udara ini diambil pada 2009 lalu. Area timur terdiri dari kota-kota Melbourne, Sydney lengkap dengan landmark (Opera House & Sydney Harbour Bridge) serta gedung-gedung pencakar langit-nya. Sedangkan area barat terdiri dari areal pertambangan yang menyisakan lubang-lubang galian berukuran besar.

Bagian kedua When (Esok) menggambarkan kemungkinan/prediksi kondisi kota2 di Australia tahun 2050 mendatang. Bagian kedua ini ditampilkan dalam bentuk animasi komputer. Terdapat 17 pendekatan dalam menggambarkan prediksi kota2 di Australia ini. Ide-ide dan pendekatan-pendekatan ini muncul dari lomba gagasan arsitektur yang dihimpun dari berbagai biro arsitek maupun sekolah desain di Australia. Durasi total keseluruhan 2 bagian ini adalah sekitar 15 menit.

Buat saya sih, pameran ini unik karena baru kali ini saya menyaksikan pameran foto 3 dimensi. Dan juga lumayan menambah wawasan perkotaan. Bagi yang punya minat di masalah perkotaan (urbanism), pameran ini mungkin bisa memancing ide-ide, perdebatan dan diskusi dalam menanggapi masalah-masalah perkotaan terutama di Jakarta #mumpung semakin macet, lagi musim banjir dan mau pilkada #emang ada hubungannya?