Belanja barang buatan negeri sendiri di INACraft 2012

Sabtu 28 April 2012 kemarin saya main2 ke INACraft 2012. Ramenyoooo…mungkin karena saya datengnya pas weekend ya. Kayaknya memang hampir tiap tahun deh saya dateng ke INACraft. Barang2nya beragam dari mulai batik, houseware, aksesoris, produk spa dan perawatan tubuh, perhiasan, tas, sepatu dan masih banyak lagi. Jumlah standnya banyaaaak…kaki gemfooor lah pokoknya. Bayangin aja seluruh area JCC dipakai untuk INACraft ini, dari mulai lobby utama, hall A & B, assembly hall, Cendrawasih sampai sebagian lower lobby. Ada juga stand-stand dari beberapa propinsi di Indonesia. Siap2 kekep dompet deh kalo gak mau kalap belanja. Dan berhubung saya gajiannya di tanggal 1, INACraft kemarin itu sungguh racun di tanggal tua…

Harga produk2 itu beragam juga dari mulai IDR 15K untuk 2 item sampai jutaan rupiah. Kalo gak mau belanja-belanja pun, ngeliatin produk2 nya udah cukup memanjakan mata kok. Kualitas barang nya pun menurut saya cukup bagus kok dengan harga yang reasonable lah, ada harga ada kualitas. Meskipun ada juga yang menurut saya agak mahal untuk barang dengan kualitas seperti itu. Saya sempet mampir ke beberapa stand (eh kayaknya hampir semua stand ding saya samperin :p pantesan gemfooor) dan sempet liat2, pegang2 barangnya, tanya harganya tapi gak beli dan colong kartu namanya….

Continue reading

Advertisements

Mengintip Masa Depan Kota : Pameran Fotografi Arsitektur 3D “Now and When : Kota Masa Depan”

Now and When : Kota Masa Depan
3D Architectural Exhibition
5-24 April 2012
Ground Floor Pacific Place
Free entry, opening time: Sun-Thu 10.00-19.00/Fri-Sat 10.00-21.00
Creative Directors : John Gollings (photographer) and Ivan Rijavec (architect) Presented by: Australian Institute of Architects, Supported by: Australian Government

Untuk yang terbiasa bersafari dari mall ke mall baik di weekdays apalagi di weekend, sempatkan deh untuk menyaksikan pameran fotografi arsitektur 3 dimensi. Gratis dan cukup sediakan waktu sekitar 15 menit saja.

Biasanya, dalam suatu pameran fotografi akan ditampilkan foto yang dicetak dalam ukuran tertentu dan dipamerkan berderet-deret. Namun, pameran fotografi arsitektur ini berbeda dengan pameran2 foto pada umumnya. Pameran ini menampilkan foto2 udara negara Australia dalam bentuk slideshow serta animasi komputer. Uniknya, foto2 yang ditampilkan menggunakan teknologi 3D sehingga tampilan foto2 landskap tersebut tampak lebih real. Untuk menikmatinya, pengunjung harus masuk ke sebuah ruangan gelap dengan 1 layar besar dan memakai kacamata khusus 3D yang telah disediakan penyelenggara.

Pameran terdiri dari 2 bagian, bagian pertama Now (Kini) menampilkan foto udara dari area timur dan barat Australia. Foto2 udara ini diambil pada 2009 lalu. Area timur terdiri dari kota-kota Melbourne, Sydney lengkap dengan landmark (Opera House & Sydney Harbour Bridge) serta gedung-gedung pencakar langit-nya. Sedangkan area barat terdiri dari areal pertambangan yang menyisakan lubang-lubang galian berukuran besar.

Bagian kedua When (Esok) menggambarkan kemungkinan/prediksi kondisi kota2 di Australia tahun 2050 mendatang. Bagian kedua ini ditampilkan dalam bentuk animasi komputer. Terdapat 17 pendekatan dalam menggambarkan prediksi kota2 di Australia ini. Ide-ide dan pendekatan-pendekatan ini muncul dari lomba gagasan arsitektur yang dihimpun dari berbagai biro arsitek maupun sekolah desain di Australia. Durasi total keseluruhan 2 bagian ini adalah sekitar 15 menit.

Buat saya sih, pameran ini unik karena baru kali ini saya menyaksikan pameran foto 3 dimensi. Dan juga lumayan menambah wawasan perkotaan. Bagi yang punya minat di masalah perkotaan (urbanism), pameran ini mungkin bisa memancing ide-ide, perdebatan dan diskusi dalam menanggapi masalah-masalah perkotaan terutama di Jakarta #mumpung semakin macet, lagi musim banjir dan mau pilkada #emang ada hubungannya?