Tentang Dana Darurat

Disclaimer: Saya bukan perencana keuangan, tidak bekerja di bidang keuangan dan tidak pernah kuliah ekonomi ya. Saya hanya praktisi yang menjalankan pengelolaan keuangan pribadi. Jadi postingan ini merupakan pendapat dan hasil kesimpulan pribadi berdasar pengalaman, browsing sana-sini dan baca-baca tulisannya para financial planner.

Seorang teman suaminya baru saja terkena PHK. Teman di kantor lama juga ada yang sedang ‘dirumahkan’. Beruntung suami teman saya itu cepat mendapat pekerjaan kembali. Dan teman yang ‘dirumahkan’ itu juga dengan networking-nya masih bisa survive dengan mengerjakan proyek kecil-kecilan.

Dari situ, saya baru makin merasakan pentingnya menyiapkan dana darurat. Iya, sudah tau dari dulu sih bahwa ada yang namanya dana darurat dalam perencanaan keuangan, dan itu adalah yang paling basic. Bahkan sebelum mikirin mau investasi di sana-sini, mau ambil KPR, mau ngutang beli kendaraan, mau habisin gaji buat jalan-jalan dst, yang pertama kali perlu dipikirin adalah menyiapkan dana darurat.

Melihat kejadian di atas seperti diingatkan lagi kalau kita memang beneran butuh dana darurat. Daripada tujuan keuangan yang lain terganggu karena harus ‘bobol’ tabungan atau redeem investasi, lebih baik persiapkan dana darurat yang bener.

Jangan mentang-mentang di-PHK terus bakal dapet pesangon terus jadi nggak nyiapin dana darurat. Ya kalo pesangon langsung keluar. Kalau pesangonnya dibayar nanti-nanti atau malah dicicil mah runyam juga kan. Sementara biaya hidup akan terus berjalan cyiiin.

Dana darurat adalah dana yang disiapkan untuk menghadapi keadaan yang sangat darurat. Misal: di-PHK, rumah rusak sehingga perlu renovasi, harus dirawat di RS tapi harus keluar uang lebih dulu sebelum bisa klaim/reimburse ke asuransi, menutupi kekurangan uang pangkal sekolah anak karena dari hasil investasi ternyata masih kurang, bantu keluarga yang kena musibah dst.

Karena keadaan darurat yang sifatnya tiba-tiba, dana darurat harus disimpan di instrumen yang beresiko rendah dan mudah dicairkan, alternatifnya antara lain: tabungan , deposito jangka pendek, RD pasar uang, logam mulia. Dan nggak harus di satu instrumen ya. Bisa dipecah: misal sebagian di tabungan, sebagian berupa logam mulia, sebagian di RDPU.

Berapa jumlah ideal dana darurat yang harus disiapkan?
Dari beberapa artikel yang saya baca sih, ‘konsensus’ jumlah idealnya seperti di bawah ini:
Lajang : 3x pengeluaran bulanan
Menikah belum ada anak: 6x pengeluaran bulanan
Menikah + memiliki 1 anak: 9x pengeluaran bulanan
Menikah + memiliki 2 anak: 12x pengeluaran bulanan

Mungkin faktor pengali ini bukan yang sakelijk sih. Setiap orang atau keluarga kan situasi dan kondisinya beda-beda. Tapi intinya semakin banyak tanggungan maka semakin besar jumlah yang harus disiapkan. Separah-parahnya sih menurut saya harus stand by deh 1-2x pengeluaran bulanan. Kalau mau lebih aman lagi, pakailah patokan penghasilan bulanan, bukan pengeluaran bulanan.

Continue reading

Advertisements

Mari kita me-NgaturDuit

Ini nih salah satu fitur untuk ngatur keuangan kita, NgaturDuit.com. Daftarnya free, di situ ada fitur buat pencatatan transaksi, monitor anggaran, financial check up, konsultasi keuangan serta fitur untuk memantau investasi kita…Plus bisa nambah ilmu juga karena sering dapet newsletter juga yang isinya tips-tips keuangan dan investasi.  Dan semakin hari saya liat semakin banyak aja yang ‘digandeng’ oleh tim NgaturDuit.com, dari mulai pak Endy Kurniawan, AFC Financial Check Up sampai perusahaan sekuritas. Ilmu yang bisa kita dapet juga banyak antara lain soal reksadana, tips ngatur cashflow bulanan, menyiapkan dana pensiun, sampai hal-hal yang masih agak ajaib buat saya, trading saham dan investasi berjangka/futures 🙂

Berhubung saya gaptek n masih merasa nyaman nyatet2 dan ngatur keuangan pake excel dengan format semau-maunya yang saya buat sendiri, jadi di NgaturDuit.com ini saya cuma sering pake buat memantau investasi ajah (khususnya Reksadana) hihihi..

Kalo buat memonitor investasi caranya kita tinggal masukin nama produk Reksadananya,beli tanggal berapa, jumlah unit yang dibeli dan NAB-nya. Trus nanti bisa keliatan deh naik-turunnya nilai investasi kita. Bingung mau beli produk reksadana apa? Di NgaturDuit.com ada list produk2 Reksadana pilihan yang sudah dianalisa oleh AFC Financial Check Up. So far kalo buat saya sih ini membantu banget, bisa ngatur keuangan sekaligus nambah ilmu finansial..

Selamat me- NgaturDuit !!