Ketika Gigi Geraham Harus Di-operasi

Jadi sebenarnya selama ini saya nggak pernah punya keluhan apa-apa di gigi. Saya cuma notice ada 1 gigi geraham yang bolong dan setelah diamati kok lubangnya makin lama makin besar ya. Dan karena gak sakit jadi saya diemin aja yang mana ini salah banget ya. Pas check-up sekalian scalling di klinik dekat rumah, dokter gigi bilang kalau lubang di gigi geraham adalah akibat dari gigi geraham yang tumbuh paling belakangan yang gak dapat ruang dan akhirnya mendesak gigi geraham di depannya. Sehingga lama kelamaan gigi geraham di depannya berlubang. Well, mungkin lubang juga bisa dipicu sisa makanan yang emang susah dibersihkan dengan posisi gigi seperti itu. Meskipun saya tergolong rajin sikat gigi loh. Gigi geraham yang mendesak itulah yang disebut wisdom teeth. Wisdom teeth ini memang suka bermasalah karena tumbuhnya di usia dewasa sehingga rahang sudah tidak berkembang lagi. Jadi suka gak kebagian ruang gitu.

Saran dari dokter gigi, wisdom teeth nya musti dicabut dan selanjutnya gigi geraham yang berlubang harus menjalani perawatan. Percuma juga ditambal atau dirawat kalau wisdom teeth-nya gak dicabut karena akan terus mengganggu. Dan karena posisi wisdom teeth tertutup gusi, mau gak mau pencabutannya harus melalui operasi kecil atau bedah minor atau bahasa kerennya odontectomi. Maaaak, langsung lemes deh begitu tau gigi saya kudu dioperasi. Saya terakhir cabut gigi kan pas SD, jadi udah lupa kayak apa rasanya gigi dicabut. Lagian yang ini juga kan bukan cabut gigi biasa 😦 Sumpah akyu takut banget.

Singkat kata, datanglah saya ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Angkatan Udara (RSGM-AU,dulu namanya Lakesgilut) di Halim. Karena pasien baru, jadi ketemu sama dokter gigi umum dulu untuk dicek dan konsultasi. Dan sarannya sama seperti dokter gigi sebelumnya, yaitu gigi saya kudu dioperasi. Dan ternyata setelah dirontgen, wisdom teeth saya posisinya horizontal dong. Saya pikir selama ini si gigi hanya gak kebagian space aja sehingga gak bisa keluar ke permukaan gusi 😦 Akhirnya langsung bikin janji sama dokter gigi spesialis bedah mulut untuk operasi. Sebenarnya saya bisa langsung diantar ke bedah mulut dan dioperasi saat itu juga. Tapi karena butuh nyiapin mental, saya pilih menjalani operasi seminggu kemudian.

And this is it! Waktunya operasi. Deg-degan sudah pasti. Begitu masuk ruangan, langsung disuruh duduk di kursi singgasana, ngobrol sebentar sama dokternya terus langsung dimulai tindakannya. Pertama-tama pasti disuntik bius lokal dulu. Disuntik di beberapa titik di gusi, rasanya lumayan deh, berasa sampe ke tulang rahang. Kurang lebih 5 menit kemudian langsung sebagian bibir dan gusi terasa kebas. Langsung lah pak dokter dan asistennya beraksi.

Continue reading

Advertisements