Review Investasi di Reksadana

Setelah beberapa tahun jadi investor reksadana (RD) kelas recehan, boleh lah ya saya cerita pengalaman saya berinvestasi di RD selama ini. Secara saya belajar RD secara otodidak, ya jangan harap postingan ini bakal seperti artikel ala perencana keuangan atau manager investasi ya. Saya hanya sekedar pamer share berdasarkan pengalaman pribadi saja.

Saya mulai berinvestasi di RD sekitar 2010-2011. Belajar sendiri aja dari buku-buku, forum ini itu dan googling sana-sini. Lumayan juga tuh 1-2 tahun saya mempelajari RD sebelum akhirnya berani ‘nyemplung’. Sebenarnya pas pertama memutuskan jadi investor RD pun saya merasa ilmu saya masih cetek banget. Cuma saya mikir, kalau belajar terus gak mulai-mulai ya kapan mau investasinya.

Beli Reksadana di bank agen penjual dan MI
Di awal saya investasi, beli RD bisa dengan 2 cara: lewat bank agen penjual atau langsung beli di Manager Investasi (MI). Eh sama satu lagi deng, bisa dibeli di Sekuritas. Karena saya familiar-nya dengan bank ya udah saya coba beli lewat bank aja. Selain itu, kalau beli di bank saya bisa pilih RD dari Manager Investasi (MI) yang beragam.

Dulu itu ada 2 bank yang terkenal sebagai agen penjual RD, sebut saja Bank M dan Bank C. Keduanya sama-sama melayani pembelian reksadana dengan jumlah kecil. Bank lain ada yang jadi agen penjual juga tapi kebanyakan hanya melayani pembelian dalam jumlah besar atau bahkan RD hanya ditawarkan kepada nasabah prioritasnya.

Saya pilih Bank M simply karena saya sudah punya rekening di sana dan Bank C kantor cabanganya gak ada yang deket sama tempat tinggal ataupun kantor saya. Takut repot aja kalau ada apa-apa dan perlu datang ke bank nya. Padahal Bank C fasilitas online jual beli reksadana-nya cukup oke. Sementara bank M ini sampai sekarang pun belum bisa transaksi online RD. Jadi mau top up, redeem, ngurus autodebet kudu datang ke bank. Oiya, kalau mau beli RD di bank M harus berani tegas ya, jangan mau ditawarin unitlink. Bilang aja ‘Saya maunya beli RD aja’

Selanjutnya saya coba juga beli RD lewat MI. Karena waktu itu ada RD inceran yang hanya dijual oleh MI yang bersangkutan. Awalnya saya merasa beli RD di MI ini sama aja repotnya sama beli lewat bank. Musti isi form, confirm ke sales dst. Tapi lama-lama MI-MI ini banyak yang sudah menyediakan jual-beli RD secara online. Nyaman banget rasanya. Mo beli RD persis kek belanja online.

Lalu muncul lah portal jual beli RD semacam IP*T atau Bar*ks*. Next saya mau coba buat akun dan beli RD di IP*T atau Bar*ks* ah. Setelah ada lebih banyak pilihan untuk beli RD secara online saya jadi merasa beli RD di bank M rempong nian. IMHO, mengenai tempat beli ini sih pilih yang paling nyaman, praktis dan aksesibel aja buat kita. Tiap orang punya preferensi yang beda-beda.

Continue reading

Advertisements

Pekan Reksa Dana Nasional (part2)

Lanjutan dari tulisan sebelumnya, sekarang saya mau cerita ada apa aja di Pekan Reksa Dana Nasional. Jadi, di sana ada booth dari 45 manager investasi dan bank agen penjual reksa dana. Kesempatan besar untuk tanya2 langsung sama MI-nya keunggulan2 produk mereka.

Selama ini, saya selalu membeli reksa dana (RD) melalui bank. Ya kebetulan yang dekat dengan rumah dan kantor adalah bank. Dan saya cukup terbantu dengan fasilitas autoinvest di bank. Gampang pula, tinggal datang ke CS, isi form, bereesss..uang kita akan di-debet tiap bulan dengan jumlah tertentu dan bukti transaksi dikirim dari bank kustodian ke alamat korespondensi kita. Tapi kelemahan beli RD lewat bank adalah jenis RD yang bisa dibeli terbatas, karena RD kan bukan produk bank melainkan bank hanya bertindak sebagai agen penjual. Sering terjadi, RD inceran saya nggak dijual lewat bank 😛

Ternyataaa…beli RD langsung lewat MI juga nggak kalah mudahnya deh. Form bisa di-download di website MI atau minta dikirim by email.  Lalu kita bisa isi form dan kirim bukti transfer ke MI-nya. Kemarin di Central Park bisa juga kita isi form saat itu juga di booth dan uangnya baru ditransfer keesokan harinya. Banyak juga MI yang sudah punya fasilitas autoinvest. Bahkan di beberapa MI, kita bisa mulai berinvestasi di RD mulai dari IDR 100K.

Continue reading

Pekan Reksa Dana Nasional (part1)

Sabtu 20 Oktober 2012 lalu saya datang ke Pekan Reksa Dana Nasional di Atrium Laguna Central Park. Kali ini, tema-nya adalah ‘Reksa Dana Investasi Masa Depan Keluarga Indonesia’. Acara dari tanggal 18-21 Oktober 2012 ini diikuti 45 perusahaan pengelola reksa dana alias Manager Investasi dan bank agen penjual reksa dana. Jadi, ternyata investor reksa dana di Indonesia jumlahnya masih sangat kecil, tidak sebanding dengan pertumbuhan kelas menengah. Diharapkan sih, dengan adanya acara ini semakin banyak kelas menengah terutama keluarga yang menjadikan reksa dana sebagai salah satu pilihan instrumen investasi.

Tidak lama setelah saya tiba di TKP, ada talkshow tentang pengenalan reksa dana dengan pembicara dari Bapepam-LK dan wakil dari manajer investasi. Yang dijelaskan sebenarnya sangat dasar sekali tentang apa itu reksa dana, kenapa kita harus berinvestasi, kenapa kita memilih berinvestasi di reksadana serta keuntungan maupun resiko apa yang akan dihadapi jika kita berinvestasi di reksa dana.

Hmm..baeklah dimulai dengan kenapa kita harus berinvestasi. Simpel aja sih alasannya: karena ada inflasi. Dengan adanya  hidden enemy berupa inflasi ini, kalau kita cuma menabung sebenarnya daya beli kita semakin hari semakin menurun loh karena suku bunga atau bagi hasil dari bank lebih rendah dari inflasi. Makanya kita butuh instrumen yang memberikan imbal hasil melebihi tingkat inflasi supaya tujuan2 finansial kita bisa tercapai.

Continue reading