Menginap di Pesonna Hotel Tegal

Dalam perjalanan kembali ke Jakarta setelah road trip singkat ke Jawa Tengah, kami memutuskan transit dan menginap semalam di Tegal. Selain memang perlu istirahat, bapak saya juga penasaran kepengen liat tol Brebes Timur yang nge-hits di musim mudik yang lalu 🙂

Pilihan hotel di Tegal yang bisa dipesan online sebenarnya banyak. Dari yang rate-nya murah sampai yang agak mahal. Kami nggak punya preferensi lokasi tertentu sehingga sepertinya lokasi hotel di mana aja gak masalah. Jadi saya pilih aja hotel yang masih baru, reviewnya cukup bagus dan tentu saja harganya affordable. Dan pilihan kami adalah Pesonna Hotel.
20161229_063310-copy
Hotel ini terhitung masih baru banget. Baru soft launching (dan belum grand launching) sekitar 4 bulan yang lalu. Kebayang dong, bangunannya pun masih gres dan kinclong. Karena baru soft launching dan mungkin belum full service (plus promo akhir tahun dari Trav*l*ka), saya pun dapat harga yang cukup murah.

Dari luar, bangunan hotel ber-desain cukup modern dengan warna netral. Di fasad bangunan terdapat secondary skin bermotif batik kawung. Lobby hotel tidak terlalu besar tapi tampak kekinian ala-ala hotel jaman sekarang lah. Area parkir cukup luas ada di bagian samping hotel yang sepertinya jadi satu dengan area parkir kantor Pegadaian. Oiya, hotel ini adalah salah satu unit bisnis-nya Pegadaian. Pantesan aja ada kantor Pegadaian di bagian depan jadi satu dengan bangunan hotel.
Continue reading

Liburan ke Pemandian Air Panas Guci, Tegal

Sebenarnya udah lama tau ada tempat wisata pemandian air panas Guci di Bumijawa, Tegal. Dan baru kesampaian ke sana di penghujung 2016 lalu. Berangkat dari Jakarta jam setengah enam pagi, sedikit macet menjelang gerbang tol Cikarang Utama, akhirnya tiba di Guci sekitar jam 1 siang. Karena baru pertama kali ke sini, nggak nyasar sih, cuma ada lah 4-5 kali tanya-tanya ke orang di pinggir jalan 🙂 Bisa sih liat maps tapi agak kurang pede hahaa. Dan untungnya, semua orang yang ditanya menunjukkan rute dengan benar.

Lokasi pemandian air panas Guci terletak di kaki Gunung Slamet. Jalan ke sana tentu berkelok-kelok, penuh tanjakan dan turunan. Jalanan cukup mulus, cuma agak sempit aja. Semakin dekat ke arah obyek wisata Guci, banyak plang nama hotel beserta jaraknya berapa km lagi. Tapi kayaknya jaraknya ini gak bisa terlalu dipercaya 😛 Ada yang tertulis 7km tapi setelah jalan 7km tetap aja belum nyampe-nyampe ke tujuan. Sepanjang jalan pemandangannya bagus, banyak kebun sayur ataupun pepohonan. Mata cukup termanjakan sama yang ijo royo-royo deh.

Akhirnya kita sampai juga di pintu masuk kawasan wisata Guci. Tiket masuk lumayan murah: Rp.7000 per orang dan Rp.2000 aja untuk mobil. Berhubung lagi musim liburan, mendekati lokasi pemandian air panas, mobil berhenti aja dong, macet total. Padat orang maupun kendaraan. Mana jalannya sempit dan banyak tanjakan atau turunan. Ada parkiran luas tapi posisinya jauh dari pemandian.

Kami ke sana tanpa booking hotel dulu. Ya abis penginapan di sini jarang banget yang bisa dibooking online. No telepon pun kebanyakan no hp yang susah juga dihubungi. Sekalinya bisa dihubungi, kamar penuh di tanggal yang kita mau. Penginapan yang dekat dengan pemandian air panas kebanyakan berupa kamar atau rumah warga yang disewakan. Bangunan lumayan baru tapi parkirannya sempit. Kalau mau cari hotel, kebanyakan lokasinya di bawah, cukup jauh dari pemandian. Makanya, hotel di sini biasanya juga punya kolam renang air panas sendiri.

Lagi macet-macetan di tanjakan, tetiba liat plang gede Hotel Grand Mega Guci. Coba telp ke 2 no hp gak ada yang diangkat. Nggak taunya hotelnya persis ada di sebelah kanan kita. Ya udah, saya langsung turun dan tanya kamar kosong. Kamar yang available tinggal yang paling murah, cuma Rp.350ribu include sarapan 🙂 Akhirnya kita ambil yang ini karena udah takut gak kebagian, lalu check-in dan istirahat di hotel dulu aja.
Continue reading