Vaksinasi Meningitis untuk Umroh di KKP Halim, Sekarang Bisa Registrasi Online

Vaksinasi meningitis untuk umroh hanya berlalu 2 tahun sejak tanggal suntikan diberikan. Bahkan, vaksinasi influenza-nya hanya berlalu untuk 1 tahun. Makanya ketika ada rejeki untuk kembali menunaikan ibadah umroh, saya harus vaksinasi lagi karena vaksinasi yang lalu sudah expired.

Sudah tau kan ya kalau vaksinasi meningitis untuk umroh yang dapat buku kuning itu hanya dilayani di kantor kesehatan pelabuhan atau rumah sakit tertentu saja. Rencana saya sih vaksinasi di Asrama Haji Bekasi lagi karena dulu sudah pernah vaksinasi di sana dan puas dengan pelayanannya. Tapi dua hari sebelum rencana vaksin saya baru tau kalau ternyata di Asrama Haji Bekasi sudah tidak melayani suntik meningitis lagi huhuu. Saya sudah kebayang musti ke Tanjung Priok atau Halim subuh-subuh nih 😦 Saya cari tempat vaksinasi yang gak terlalu antri dan kalau bisa nggak terlalu jauh lokasinya dari kantor karena saya cuma izin datang terlambat ke kantor.

Tapi memang arus informasi di jaman now ini warbiyasak ya. Gak lama saya dapat info kalau di beberapa tempat, registrasi bisa dilakukan secara online. Dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Halim adalah salah satu yang bisa registrasi online. Waini yang saya cari: bisa daftar online dan lokasi pun dekat rumah maupun kantor. Langsung lah buru-buru registrasi.

Biar gampang saya jabarin step-step dari mulai registrasi sampai selesai disuntik lewat point-point di bawah ini ya.
Continue reading

Advertisements

Waktu Dhuha di Masjid Nabawi

Nggak terasa, setahun berlalu dan rasanya selalu rindu untuk bisa berada di sini kembali.

20151228_085410-copy

Suasana Masjid Nabawi di waktu Dhuha memang beda dibanding ketika menjelang waktu-waktu sholat wajib. Di waktu Dhuha, bisa dibilang masjid dalam keadaan kosong. Yang rame adalah jamaah-jamaah wanita yang hendak ke Raudhah.

Saya menikmati sekali suasana Masjid Nabawi di waktu Dhuha yang lengang ini. Sepi, tenang dan rasanya damai sekali. Lampu-lampu di dalam masjid sebagian dimatikan. Kubah atap dalam keadaan terbuka jadi terpampang nyata-lah itu langit biru dan burung-burung berterbangan. Beberapa petugas mengelap dan merapikan tumpukan Al-Quran yang banyak terdapat di penjuru masjid. Di salah satu sudut, sekelompok perempuan Arab terlihat sedang belajar mengaji.

Continue reading

Umroh Preparation – Obat Penunda Haid

Setelah dicek dan dihitung-hitung, sepertinya jadwal tamu bulanan berbarengan nih sama jadwal saya umroh. Huaaa…piye iki? Mau gak mau deh terpaksa musti konsumsi obat hormon untuk menunda haid selama umroh.

Sempet bingung tuh, kalau obat penunda haid itu mintanya cukup ke dokter umum atau kudu ke dokter kandungan ya? hahaa…dodol ye. Malah saya pernah dengar kalau obat penunda haid ini juga bisa dibeli bebas di apotek. Tapi saya takut ah konsumsi obat-obat kayak gitu tanpa konsultasi dulu ke dokter. Iseng-iseng saya tanya sama dokter umum pas suntik meningitis, kata beliau, minta obat penunda haid itu bisa ke dokter kandungan atau ke bidan. Haiyah, kok ya gak kepikiran ya minta ke bidan 😛 Jadi catet yah, obat penunda haid bisa diminta ke dokter kandungan atau bidan.

Sutralah akhirnya saya mutusin untuk ke dokter kandungan saja. Sebelumnya pernah baca sih kalau obat penunda haid ini bisa diminum paling telat 3 hari sebelum perkiraan haid berikutnya. Karena berangkat umrohnya masih agak lama, jadi saya juga santai aja. Saya baru datang ke dokter kandungan sebulan sebelum berangkat umroh, pas banget lagi datang bulan terakhir sebelum umroh.

Dan benar sesuai hasil googling saya, obat ini bisa mulai diminum 3 hari sebelum perkiraan haid berikutnya. Cuma berhubung haid saya waktu itu jadwalnya agak mundur akibat stress karena kerjaan, padahal biasanya cenderung maju, sama dokter diresepkan obat hormon untuk mulai diminum kira-kira seminggu sebelum perkiraan haid sampai umroh nya selesai. Nama obatnya norelut (merk lain yang lebih tenar sih primolut) Dosisnya 3×1 tablet sehari, diminum per 8 jam. Haid akan datang setelah 2-3 hari konsumsi obat dihentikan. Harga obat ini untuk 45 tablet sekitar IDR250K (di luar biaya konsultasi dokter).

Dokter juga menjelaskan beberapa efek samping obat ini, antara lain: spotting/flek, pusing dan mual. Kalau terjadi spotting, dosis ditambah 1 tablet lagi. Makanya kemarin dokter kasih obatnya juga dilebihin beberapa tablet.

Continue reading

Umroh Preparation – Vaksinasi Meningitis

Arab Saudi merupakan salah satu negara endemi meningitis. Makanya, semua jamaah haji dan umroh sebelum berangkat harus divaksinasi meningitis (plus) influenza juga. Vaksinasi ini merupakan salah satu syarat mendapatkan visa Saudi. Vaksinasi harus dilakukan selambat-lambatnya 2 minggu sebelum berangkat karena perlu waktu sekitar 2 minggu sebelum kekebalan ini terbentuk.

Sebenarnya banyak tempat untuk melakukan vaksinasi meningitis, tapi nggak semuanya menerbitkan sertifikat/kartu kuning. Setau saya, yang bisa menerbitkan sertifikat berupa kartu berwarna kuning ini adalah balai2 kesehatan di bandara atau pelabuhan. Kalau di Jakarta antara lain di Pelabuhan Tanjung Priok, Bandara Soetta, Bandara Halim serta rumah sakit tertentu seperti RS Fatmawati dan RS Persahabatan. Vaksinasi meningitis ini konon antriannya alaihim gambreng. Musti datang subuh2 untuk dapat nomor antrian karena mereka membatasi hanya melayani sejumlah tertentu saja setiap harinya.

Beberapa travel umroh ada yang menyediakan layanan vaksinasi meningitis untuk jama’ahnya dengan memanggil dokter dari bandara atau pelabuhan. Travel tempat saya mendaftar umroh kebetulan melayani juga vaksinasi meningitis bersamaan dengan kegiatan manasik. Tapi saya dan ortu memutuskan untuk vaksin sendiri karena lebih murah hahaa…#ujung2nya duit.

Continue reading

Umroh Preparation – Penambahan Nama di Paspor

Berhubung nama lengkap saya sesuai akte kelahiran memang cuma 2 kata, maka untuk keperluan umroh saya perlu mengurus penambahan nama di paspor menjadi 3 kata. Karena ya memang begitu persyaratan dari pemerintah Arab Saudi. Nama yang ditambahkan bisa nama ayah atau nama kakek dari pihak ayah. Kalau gak punya waktu dan pengen terima beres sih penambahan nama di paspor ini bisa diurus oleh travel tempat kita mendaftar umroh. Cuma kan kita anaknya pengen irit ya, jadi ya mari kita urus sendiri saja 😀

Dokumen yang perlu disiapkan sama seperti kalau kita mengurus pembuatan atau perpanjangan paspor: copy KTP, Akte Kelahiran, Kartu Keluarga, ijazah, halaman depan dan belakang paspor yang masih berlaku. Bawa juga dokumen aslinya untuk diperlihatkan ke petugas di Kanim. Plus, jangan lupa bawa surat rekomendasi dari travel tempat kita mendaftar umroh. Kemarin saya sempat ditolak karena gak bawa surat rekomendasi dari travel. Terpaksalah datang ke travelnya minta surat rekomendasi dan balik lagi ke imigrasi. Penambahan nama ini bisa diurus di Kanim mana saja, nggak perlu di Kanim tempat diterbitkannya paspor.

Setelah dokumen lengkap, datanglah saya ke Kantor Imigrasi Jakarta Timur yang ada di sebelah Lapas Cipinang. Saya sampai sana jam setengah 7 pagi, masih kebagian parkir di dalam, tapi masyaAllah orang yang pada ngurus paspor udah banyak bok. Tanya ke petugasnya, ternyata kalau untuk penambahan nama gak perlu ambil nomor antrian, datang langsung aja ke bagian Customer Service di lantai 2. Tapi customer service ini baru buka jam 8, terpaksa saya nunggu bersama orang-orang lain yang akan ngurus paspor juga.

Continue reading

Umroh – Ziarah Mekkah

Di hari kedua di Mekah, kami berziarah ke beberapa tempat sebelum mengambil miqat untuk umroh kedua. Sama seperti ketika ziarah di Madinah, ziarah di Mekkah ini memakan waktu sekitar setengah hari.

Berhubung rata-rata tempat ziarah ini berupa gunung/bukit, sementara siangnya kami harus melakukan umroh kedua dan sudah pakai baju ihram juga, jadi saya gak sampai mendaki bukit2 nya sih. Dan jujur agak males juga saya naik-naik ke bukit itu, waktunya pun sempit dan saya harus irit-irit tenaga untuk umroh kedua nanti.

Jabal Tsur
Jabal Tsur terletak tidak jauh dari Masjidil Haram. Nama daerahnya Kudai. Di Jabal Tsur terdapat sebuah gua yang pernah digunakan Rasulullah dan sahabatnya Abu Bakar untuk bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraisy ketika hendak hijrah ke Madinah. Ketika beliau sudah bersembunyi di gua, beberapa kaum kafir Quraisy ada yang sudah tiba di gua tersebut. Mereka melihat gua tertutup sarang laba-laba dan sarang burung sehingga berpikir Rasulullah tidak mungkin bersembunyi di sana. Untuk menuju ke gua kira-kira perlu jalan mendaki sekitar ½-1 jam.

20151230_085827 copy

Continue reading

Umroh- Mekkah

‘Labbaik Allaahumma ‘umratan…Nawaitul ‘umrata wa ahramtu bihaa’

Setelah 4 malam di Madinah, inilah puncak dari perjalanan kali ini. Melaksanakan umroh di Masjidil Haram. Perjalanan dari Madinah ke Mekkah memakan waktu 5-6 jam menggunakan bis. Kami berangkat ba’da Zuhur setelah makan siang, sudah lengkap menggunakan pakaian ihram.

Kira-kira setelah 40 menit perjalanan, kami berhenti untuk miqat dan berniat umroh di Masjid Bir Ali. Tentu saja sampai sini sudah padat dengan jamaah yang juga akan melakukan umroh. Pak Ustad memberi waktu sekitar 20 menit untuk sholat sunnah ihram dan mewanti-wanti agar jangan sampai nyasar dan terpisah dari rombongan secara di sini semua sudah berpakain ihram serba putih, jadi lebih sulit mengenali orang.

Selesai sholat sunnah ihram, perjalanan dilanjutkan. Niat umroh diucapkan ketika kami berada di atas bis. Setelah niat umroh diucapkan, berlakulah semua larangan ihram. Baru mengucapkan talbiyah aja mata saya sudah berkaca-kaca (lagi), bagaimana kalau sampai Masjidil Haram nih.

Di tengah perjalanan, kami berhenti lagi di rest area untuk makan malam. Waktu itu sudah gelap, karena saya tidur, turun dari bus berasa nyawa belum ngumpul dan badan sudah mulai terasa capek. Makan malamnya dengan menu ala Arab, nasi kebuli (?) plus ayam bakar dan ikan goreng, dengan cara makan satu piring besar untuk dimakan rame2. Lagi2 buat saya makanannya enaaak hahaa…Alhamdulillah ya..

Continue reading