[Review] Mencoba Essence Lokal Wardah Pure Treatment Essence


Beberapa waktu lalu, saya dapat kiriman box warna hijau tosca dari Wardah, salah satu brand make up dan skincare lokal yang lagi jadi favorit saya. Box-nya cantik banget, duh jadi berasa beauty blogger slash influencer gitu deh. Isi box-nya adalah Wardah Pure Treatment Essence (PTE) dari seri white secret. Saya akui, Wardah cukup masif juga mengeluarkan produk baru. Kayaknya tahun ini ada aja produknya yang di-launching.

Saya sih gak terlalu kenal banyak brand skincare, tapi setau saya jarang banget (atau malah belum ada?) brand lokal yang punya produk essence. Jadi pas Wardah mengeluarkan PTE ini, saya jadi pengen coba. Harga nya sih so-so lah untuk produk lokal. Sebelumnya saya pernah pake essence high end brand Jepang yang kesohor itu loh, yang harganya berkali-kali lipat dari PTE ini. Yang mana saya nggak cukup telaten dan rajin untuk pake sehingga hasilnya pun biasa aja.

PTE dari Wardah dikemas dalam botol doff dengan tutup silver. Botol ini juga masih dibungkus box luar lagi sih. Sekilas ya mirip-miriplah seperti produk essence lain, terutama essence dari brand yang terkenal itu. Tapi botolnya ternyata dari plastik sehingga ringan dan gak kuatir bakal pecah kalau jatuh. Dibawa buat traveling pun masih oke. Isinya menurut saya cukup banyak 100ml dan gak ada kemasan yang lebh kecil lagi. Rugi di botol kali ya kalau bikin kemasan yang lebih kecil.

Biasanya saya mengaplikasikan essence menggunakan kapas. Biar irit maksudnya 😀 Tapi dari penjelasan mbak-mbak BA Wardah dan keterangan di botol, PTE dipakai dengan cara dituang ke telapak tangan lalu di-tap ke wajah dan leher. Karena essence merupakan pre-serum, jadi urutan pakainya setelah muka dibersihkan adalah PTE-serum-day cream/pelembab/night cream. Saya jarang pakai toner (exfoliate or hydrating). Buat yang pakai toner, PTE dipakai setelah toner. Essence berguna sebagai ‘booster’ yang membuat kulit lebih mudah menerima rangkain skincare selanjutnya.

Tekstur PTE ini mirip air. Begitu diaplikasikan ke wajah juga hampir gak tercium bau apapun. Mungkin ada aroma tapi samar sekali. Bukan bau wangi gitu ya, entahlah bau apa, semacam bau karet gelang (?) tapi masih sangat tolerable di hidung saya. Lagipula, setelah dipakai PTE ini langsung meresap (atau menguap?) jadi ya sutralah dengan baunya. Setelah meresap juga tidak meninggalkan kesan lengket atau berminyak.

Efek instan setelah pemakaian PTE yang terasa sih kulit lebih halus, lembab dan kenyal. Walaupun lembabnya bukan yang lembab banget. Tapi buat saya justru enak. Karena kan setelah pakai essence wajah akan kita layer dengan rangkain skincare selanjutnya. Jadi nggak perlu essence yang lembabnya senampol pelembab. Untuk hidrasi PTE ini menurut saya cukup oke.

Awalnya saya pakai hanya malam hari saja. Kalau pagi di weekday saya gak sanggup deh musti pakai skincare berlapis-lapis. Musti buru-buru balapan sama kemacetan jalan kakak. Tapi trus saya coba rutinin pakai di pagi hari juga. Karena cepat meresap, udahlah gak usah ditunggu 5-10 menit langsung saya layer dengan sunblock/daycream. So far hasilnya tekstur kulit membaik. Jadi pengen elus-elus muka terus 🙂 Kalau dipakai pas pagi hari juga lumayan bikin bedak dan make up lebih nempel.
Continue reading

Advertisements

[Review] Wardah Renew You, (hopefully looks) Younger You

Semakin ke sini, saya semakin ‘insecure’ dengan yang namanya tanda-tanda penuaan kulit. Ya tau sih namanya tambah tua mah udah kodrat dan gak bisa dilawan ya ceu. Tapi tetep aja menemukan kerutan halus di bawah mata dan pori-pori wajah yang terlihat besar bikin saya galau. Hell yeaaah, welcome aging…

Dan mulai lah saya melirik produk perawatan anti-aging. Saya prefer merk lokal dulu lah. Karena kalau merk interlokal takut gak sanggup di dompet kakaaq. Ada yang bilang perawatan anti-aging itu bisa dimulai di umur 25 tahunan. Tapi ada juga yang bilang tergantung kondisi kulit. Ada yang umurnya masih early 20s tapi udah ada tanda-tanda penuaan ya kudu pakai perawatan anti-aging juga. Jadi saya telat kali yak baru sadar masalah aging sekarang 😛 Ya sutralah better late than never kan? 🙂

Dasar rejeki anak sholehah, iseng saya ikutan giveaway dan dikirimim sepaket perawatan anti aging dari Wardah yang namanya Renew You. Sebenernya saya dapatnya udah hampir setahun yang lalu sih, pas mereka baru launching produk ini. Tapi baru saya review sekarang 😛 Ya gapapa lah, kan direview setelah dipakai lama biar lebih valid *alesan. Wardah Renew You anti aging series ini terdiri dari day cream, serum dan night cream. Dan saya dapat ketiga-tiga nya dalam ukuran full size!

Packaging
Day cream dan night cream dikemas dalam jar dan di luarnya dibungkus box lagi. Jar-nya bukan kaca tapi apa ya plastik yang tebel gitu. Jar berikut box nya berwarna ungu tua dengan sedikit warna silver. Packagingnya terlihat mevvah kayak produk krim-krim mahal gitu. Sementara serumnya dikemas dalam botol kecil ber-pipet. Nah kalau serum ini botol nya memang dari kaca. Tapi kayaknya bukan yang gampang pecah kalau jatuh sih. Secara serum ini kemasannya kecil dan ringan.

Dari segi ukuran kemasan jar, buat saya ukuran nya yang 30gr ini pas lah. Saya tuh cukup irit kalau pakai skin care. Ngabisin yang ukuran full size itu lamanya minta ampun. Padahal dari segi harga yang full size biasanya lebih ekonomis kan. Akhirnya skin care (dan make up) dibuang bukan karena udah abis tapi karena udah mau expired. Saya selama ini seringnya nemu krim dalam jar dengan ukuran 50gr. Jadi nemu yang ukuran 30gr ini rasanya pas deh. Aniwei, day cream dan night cream nya sekarang ada yang kemasan tube 17gr deh. Lumayan kan buat yang mau icip-icip dulu sebelum beli yang kemasan besar. Jadi kalau gak cocok gak rugi-rugi amat.

Continue reading

[Review] Wardah Intense Matte Lipstick No.5 Easy Brownie dan No.6 Blooming Pink

20161214_102425

Halo, saya kembali lagi dengan…review gincu! Demi apah coba saya beli lipstick sekaligus sampe 2 bijik gini ?? Secara saya kan bukan make up junkie. Ya abes kita kan anaknya penasaran ya. Lipstick ini kayaknya nge-hits pake banget. Katanya lipstick ini formula baru dari seri long lasting lipstick yang salah satu shade-nya pernah saya review singkat di sini. Sebenernya review ini bisa dibilang agak telat sih mengingat lipstick ini sudah mulai booming 3-4 bulanan lalu.

Wardah intense matte lipstick terdiri dari 12 shade dan semua warnanya terlihat tsakep-tsakep banget. Semakin besar nomor shade nya, warnanya semakin ‘bold’. Awalnya tentulah galau mau beli shade yang mana. Manalah kalau ke konter Wardah gak ada testernya pulak. Pinter banget sih ini trik marketingnya bikin orang penasaran dan beli sekaligus beberapa bijik. Saya sampai bolak-balik liat blog review dan Youtube untuk cari shade yang cocok. Tapi untungnya, Wardah buka stand di bazar gedung kantor sebelah dan ternyata ada beberapa tester untuk seri intense matte dan lip cream. Langsung lah gak mau rugi coba-coba HAMPIR semua testernya 😛

Saya nggak ngerti nih skintone saya masuknya ke mana. Entah fair atau medium. Trus bibir saya juga agak gelap kan. Dari hasil coba tester, yang nomor-nomor awal (antara 1-4) terlihat pucat di saya. Keluar sih warnanya tapi kurang oke. Apalagi yang no.4 mauve mellow jadinya hampir sama seperti warna bibir. Kalau mau tampil no-make up make up, no.4 ini cocoklah. Sementara untuk nomor-nomor besar (no.8 ke atas) warnanya lebih gelap dan bagus untuk yang mau tampil beda sesekali. Karena saya lagi cari lipstick untuk sehari-hari akhirnya mutusin beli 2 : shade no.5 Easy Brownie dan no.6 Blooming Pink.

Desain box-nya saya akui sangat kekinian. Berwarna sesuai warna lipstick di dalamnya. Jujur liat box-nya aja udah bikin mupeng deh. Untuk tube-nya sendiri masih sama persis seperti seri long lasting yang pernah saya review singkat di sini. Keren sih, ramping dengan warna silver doff . Tapi yang ramping gini bikin takut lipstiknya rawan patah seperti yang long lasting. Jadi kalau mau pake putar secukupnya aja jangan terlalu banyak.

Dan bener seperti review orang-orang, lipstick ini ternyata gampang diaplikasikan dan gak se-seret yang long lasting. Hasil akhirnya di saya sih tetap matte. Gak bikin bibir kering, gak ada aroma apapun, berasa ringan banget dan nggak creamy. Suka lah pokoknya. Pigmentasi juga oke. Bisa menutup warna bibir dengan baik. Well, dari semua seri lipstick Wardah yang pernah saya coba, saya nggak pernah kecewa dengan pigmentasinya.

Continue reading

Lipstik Merah

Eeaa jarang-jarang nih saya posting soal per’lenong’an 🙂

Selama ini, untuk lipstick biasanya saya pilih warna oranye, coklat muda, atau coral. Kayaknya memang warna-warna sejenis itu yang ‘aman’ dan pas dengan skin tone saya. Entah buat sehari-hari atau acara khusus tetap aja pakai warna-warna aman itu. Mau pakai warna nude kayaknya pasti bikin keliatan pucat banget deh.

Tapi kan, perlu juga keluar dari zona nyaman toh? Jadilah saya coba lipstick merah ! Kalau dengar kata lipstick merah yang terlintas di pikiran saya adalah menor dan ngejreng hahaa. Berhubung lipstick merah lagi ngehits, eh atau udah lama ya ngehitsnya cuma saya aja yang telat gaul :), akhirnya saya ‘kena racun’ nya juga.

So far saya cuma punya 2 lipstik merah, itu pun yang satu boleh dapat gratisan menang giveaway hahaha. Review ini juga bukan battle of red lipstick ya secara dua lipstick ini dari jenis yang beda. Dan saya memang sukanya produk lokal karena murah warnanya IMHO gak ajaib macam lipstick luar.  Terus karena belum biasa nge-review produk juga jadi ya reviewnya awam banget dan dengan foto ala kadar nya ya.

Continue reading

Cantik dan Berkah dengan Kosmetika Halal

Merawat kecantikan yang sudah dianugerahkan Tuhan adalah tugas kita sebagai bentuk rasa syukur. Meskipun kecantikan bukan semata-mata kecantikan fisik atau lahiriah saja namun juga kecantikan hati atau batin. Tapi bukan berarti kecantikan lahiriah harus diabaikan. Terlihat cantik dan menarik sepertinya sudah menjadi fitrah perempuan. Dan isu mengenai kecantikan biasanya berkaitan erat dengan urusan kosmetik.

Sebagai muslim, kita diperintahkan memilih yang halal. Dan urusan halal ternyata bukan cuma soal makanan. Halal itu menyangkut seluruh aspek kehidupan kita. Termasuk kosmetik yang kita gunakan sehari-hari untuk mempercantik diri. Menggunakan kosmetik yang halal juga bukan hanya agar kita terhindar dari bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh, tapi juga untuk mendapatkan ridho Allah agar ibadah kita diterima dan doa kita terkabul.

Seiring perkembangan teknologi, bahan baku yang digunakan untuk kosmetik semakin beragam.  Bahan baku kosmetik bisa berasal dari tumbuh-tumbuhan, hewan atau senyawa kimia. Belum lagi bahan baku turunannya pun sangat kompleks, terutama yang berasal dari hewan. Bahan-bahan ini lalu diekstraksi sehingga menghasilkan produk kosmetik yang selama ini kita gunakan. Dari sisi bahan baku saja, sangat banyak titik kritis yang harus dicermati, antara lain penggunaan plasenta, kolagen, amnion maupun bahan-bahan hewani lainnya.

Continue reading